JENDELAISLAM.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah akan semakin meluas jika tidak segera dihentikan.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap serangan Israel atas Lebanon, yang menargetkan Hizbullah sejak 1 Oktober 2024.
Gus Yahya mengungkapkan bahwa serangan Israel di Lebanon menunjukkan eskalasi kekerasan di wilayah tersebut, menyusul konflik yang telah terjadi di Yaman, Iran, dan Laut Merah.
“Sekarang Iran terlibat. Jika tidak dihentikan, akan ada lebih banyak pihak yang ikut dalam kekerasan ini,” ujarnya usai pertemuan dengan Imam Besar Masjid Nabawi, Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi, di Gedung PBNU, Jakarta.
Ia menegaskan, sejak awal PBNU telah menyerukan penghentian peperangan dan kekerasan.
“Semua harus diselesaikan melalui perundingan dengan cara yang beradab. Kami terus menyerukan hal ini, termasuk melakukan komunikasi langsung dengan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik,” jelas Gus Yahya.
Menurut Gus Yahya, konflik yang meluas ini berpotensi menjadi perang besar yang akan melibatkan banyak pihak di seluruh dunia, sehingga mengancam keselamatan global.
Ia juga menekankan bahwa kekerasan harus segera dihentikan, tanpa melihat alasan di balik tuntutan pihak yang terlibat.
Selain itu, Gus Yahya mengingatkan bahwa genosida Israel terhadap Palestina telah memasuki tahun pertama sejak serangan besar dimulai pada 7 Oktober 2023.
Lebih dari 42.000 warga Palestina telah tewas, termasuk 174 jurnalis. Menurut laporan Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS), mayoritas korban tewas berasal dari Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Sebagai bentuk kepedulian, PBNU melalui NU Care-LAZISNU mengajak masyarakat untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terkena dampak serangan.***
Sumber Teks: Alonesia
