Refleksi Tahun Baru Hijriyah: Momentum untuk Memperbaiki Diri dan Meningkatkan Keimanan

JENDELAISLAM.ID – Tahun baru Islam (Hijriyah) adalah momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan. Tahun baru adalah momentum memperkuat nilai hijrah dan jihad untuk kemaslahatan umat.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menyampaikan hal tersebut dalam peringatan tahun baru Islam 1446 H di Masjid al-Ittihad Legenda Wisata Cibubur (07/07/2024).

Menurut Buya Amirsyah, hijrah dan jihad direfleksikan saat Rasullah SAW berhasil membentuk negara modern di Madinah. Nabi berhasil menanamkan nilai tauhid di antara kaum muhajirin dan anshar dalam bentuk Piagam Madinah.

“Kesungguhan hijrah dan jihad Rasulullah itulah yang harus direfleksikan oleh kita semua untuk membangun umat saat ini,” ucapnya.

Ia mengatakan, pergantian tahun saat ini harus dimaknai dengan tekad hijrah untuk mengubah perilaku kepada yang lebih baik lagi.

Selain itu, tahun baru ini juga harus dibarengi dengan tekad berjihad untuk memerangi kebodohan dan kemiskinan.

Buya Amirsyah mengingatkan umat untuk bermuhasabah dengan harapan dapat menjadikan diri kita sebagai individu yang lebih baik di masa mendatang.

Buya Amirysah juga menekankan, pentingnya menentukan arah tujuan hidup agar memiliki masa depan yang lebih baik dengan memahami makna hijrah sebagaimana dinyatakan dalam QS. al-Baqarah:  218:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”***  

Sumber Teks & Foto: MUI