JENDELAISLAM.ID – Lebih dari 24 ribu perempuan dan anak-anak Palestina telah tewas dalam serangan tentara Israel di Jalur Gaza selama enam bulan terakhir. Tepatnya, serangan yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Kantor Media Pemerintah di Gaza mengatakan total 14.500 anak-anak dan 9.560 perempuan tewas, 7 ribu orang tertimbun reruntuhan atau hilang, serta 75.577 orang lainnya luka-luka.
Disebutkan bahwa 73 persen dari mereka yang terkena serangan Israel di Gaza adalah perempuan dan anak-anak, seraya menambahkan bahwa 17 ribu anak-anak di Gaza hidup tanpa salah satu atau kedua orang tua.
Kantor Media tersebut juga menyatakan bahwa 30 anak telah meninggal dunia akibat kekurangan gizi dan dehidrasi. Sebanyak 484 tenaga kesehatan, 140 jurnalis dan 65 personel pertahanan sipil juga tewas.
Jumlah korban cedera yang berada dalam kondisi serius dan memerlukan perawatan di luar negeri adalah 11 ribu orang, sementara hingga sekitar 10 ribu pasien kanker berisiko meninggal akibat pelayanan kesehatan yang tidak memadai.
Tidak cukup di situ, tentara Israel juga menahan 310 tenaga kesehatan dan 12 jurnalis, sementara 2 juta orang mengungsi di Jalur Gaza.
Sekitar 70 ribu rumah hancur total di Gaza, dan 290 ribu lainnya mengalami kerusakan atau tidak dapat dihuni. 297 masjid di Gaza rusak, 229 di antaranya rusak total.
Target serangan Israel juga menyasar 159 institusi kesehatan di Gaza, yang menyebabkan 53 pusat kesehatan dan 32 rumah sakit tidak dapat beroperasi, dan membuat 126 ambulans tidak dapat digunakan.
Israel melancarkan serangan militer mematikan di Gaza sejak serangan lintas batas yang dilakukan kelompok perlawanan Hamas Palestina pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan kurang dari 1.200 orang.
Lebih dari 32.900 warga Palestina sejak saat itu telah tewas di Gaza, dan lebih dari 75 ribu orang luka-luka di tengah kehancuran massal dan kelangkaan bahan kebutuhan pokok.
Blokade juga diberlakukan oleh Israel di Jalur Gaza, sehingga menyebabkan warga Gaza, terutama di bagian utara, di ambang kelaparan.
Tragisnya, akses bantuan internasional menuju daerah tersebut masih sulit karena pembatasan ketat yang dilakukan oleh Israel.
Sebelumnya, Israel dituding melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Namun sampai kini, Israel masih menunjukkan kepongahannya.***
Sumber Teks: Antara & Foto: Pixabay/Save_Palestine
