JENDELAISLAM.ID – Kongres Bahasa, Sastra, dan Budaya Internasional ke-18 (DEKAK) resmi berlangsung di Ankara, Turki, hari ini. Lima dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon berpartisipasi dalam acara bergengsi ini, mempresentasikan riset tentang kearifan lokal di Indonesia.
Kelima akademisi tersebut adalah Syahrul Kirom, Amin Iskandar, Hajam, Rijal Mahdi, dan Anwar Sanusi, yang semuanya berasal dari Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA). Mereka membawa beragam penelitian yang menggali kekayaan budaya dan tradisi lokal di Indonesia.
Syahrul Kirom, dosen Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, menyampaikan hasil risetnya tentang etika suku Samin di Blora, Jawa Tengah. Ia menjelaskan bahwa suku Samin memiliki nilai-nilai yang menjunjung tinggi kejujuran dan menolak keras tindakan pencurian dan korupsi.
“Dengan mengadopsi sikap ini, masyarakat Indonesia dapat menciptakan interaksi sosial yang lebih harmonis,” ujarnya.
Sementara itu, Amin Iskandar dan Hajam mempresentasikan penelitian tentang tradisi Adzan Pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon. Tradisi ini melibatkan tujuh muadzin yang mengumandangkan adzan secara bersamaan setiap Jumat. Mereka juga membahas khutbah berbahasa Arab yang menjadi bagian dari tradisi ini, menyoroti perpaduan budaya lokal dengan unsur keagamaan Arab.
Di sisi lain, Rijal Mahdi dan Anwar Sanusi memfokuskan penelitian mereka pada manuskrip kuno Keraton Kanoman Cirebon. Mereka melakukan analisis filologis terhadap naskah berharga yang berisi ajaran Islam, termasuk konsep kepemimpinan dan moralitas. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan dan menerjemahkan manuskrip tersebut agar dapat diakses oleh generasi mendatang.
Dengan partisipasi para akademisi ini, Indonesia menunjukkan kontribusi penting dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal di forum internasional.***
Sumber Teks & Foto: Kemenag
