JENDELAISLAM.ID – Kementerian Agama (Kemenag) memberikan pelatihan ribuan guru dan kepala madrasah di tujuh provinsi yang berada di wilayah Terluar, Terdalam, Terpencil (3T), yaitu Kepri, Riau, Aceh, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Papua, NTT, dan Papua Barat.
Pelatihan ini diadakan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) melalui program MEQR World Bank. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas guru, baik dari sisi kemampuan pedagogik maupun pengetahuan substansial mata pelajaran yang diajarkan di madrasah, mulai dari tingkat Raudhatul Athfal, MI, MTs, dan MA.
Thobib al-Asyhar, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di wilayah 3T merupakan program prioritas Direktorat GTK. ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap guru dan tendik madrasah.
Di hadapan sekitar 200 peserta yang berasal dari Pekanbaru, Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan sekitarnya, Thobib mengatakan bahwa program ini akan terus berlanjut di tahun depan dengan meningkatkan kapasitas GTK melalui MOOC dan LMS yang seluruh bahan ajarnya disiapkan tahun ini.
Menurut Thobib, guru madrasah mau tidak mau mesti meng-upgrade kemampuannya seiring dengan perubahan lingkungan, dimana sumber-sumber belajar mudah ditemukan anak didik kita.
“Saya tidak bisa bayangkan jika guru malas meng-upgrade kemampuannya, sementara siswa yang notabene generasi Z dan Alpha sudah lari kencang menemukan sumber-sumber belajar yang demikian banyak”, katanya.
Untuk itu, Thobib mengajak para guru dan tendik untuk menyamakan frekuensi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
Sebelumnya, pelatihan ini juga telah dilaksanakan untuk ribuan guru dan tendik di Aceh, Kepri, Sumsel, Kalbar, Sulut, Malut, NTT. Berikutnya, pelatihan dilaksanakan di Maluku, Papua, dan Papua Barat.***
Sumber: Kemenag
