JENDELAISLAM.ID – Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat konsinyering untuk mereview konsep, kurikulum, dan sosialisasi Pesantren Lansia Birul Walidain.
Ketua KPRK MUI, Dr. Siti Marifah, menyampaikan data demografis di dunia menunjukkan bertambah dan berkembangnya jumlah penduduk di atas usia 60 tahun. Hal ini disampaikannya dalam rapat tersebut di Aula Buya Hamka, Jakarta, Rabu (07/08/2024).
Menurutnya, data statistik menunjukkan bahwa jumlah lansia di Indonesia cukup besar dengan umur yang cukup lanjut.
Ia juga memaparkan bahwa banyak negara maju berhasil menyelesaikan permasalahan lansia. Selain itu, dia mengatakan bahwa lansia berkaitan dengan budaya di masyarakat.
Nah, salah satu program KPRK, kata Siti Marifah, adalah mengangkat persoalan lansia dengan konsep sejahtera, sehat, bahagia dan harmonis yang didasari penghormatan dan kasih sayang terhadap orang tua.
Sebelumnya, KPRK MUI juga telah melaksanakan peletakan batu pertama Pesantren Cendekia di Cipayung, Depok, Jawa Barat. Pesantren tersebut berasal dari tanah wakaf Rumah Zakat.
Selain itu, program KPRK MUI terhadap lansia adalah launching Public Expose pesantren lansia. Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud.
“Berikutnya mengadakan FGD pada April menghasilkan beberapa rekomendasi penting untuk membuat perencanaan yang lebih matang terkait dengan pendirian Pesantren Lansia Birul Walidain KPRK MUI,” terang Siti Marifah.
Kegiatan konsiyering ini melibatkan para pakar, perwakilan institusi dari kementerian/lembaga untuk bersama-sama melaksanakan konsinyering untuk mereview draft konsep, kurikulum dan sosialisasi tentang Pesantren Lansia Birul Walidain.
Adanya pesantren lansia adalah dalam rangka birrul walidain. Tujuannya agar lansia menikmati kesehariannya dengan tenang dan bahagia, serta memfasilitasinya untuk beribadah dan memperdalam agama.
Hadir dalam acara ini, sejumlah tokoh di antaranya Sekjen MUI (Buya Amirsyah Tambunan), Ketua MUI Bidang PRK (Prof. Amany Lubis), Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah (KH. Cholil Nafis), dan Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi (KH. Abdullah Jaidi).
Turut hadir pula, Asdep Bidang Perempuan dalam Rumah Tangga dan Rentan KPPPA (Eni Widiyanti), Plt. Direktur Jenderal Rehabilitasi Kemensos RI (Pepen Nazarudin), Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI (Basnang Said), dan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN (Nopian Andusti). ***
Sumber Teks & Foto: MUI
