JENDELAISLAM.ID – Serangan brutal Israel di Jalur Gaza terus berlanjut. Teranyar, pemboman Israel menyasar ke sekolah yang menampung para pengungsi.
32 orang terbunuh dalam serangan udara Israel terhadap sebuah sekolah di Nuseirat Gaza Tengah. Di antara korban yang gugur adalah perempuan dan anak-anak. Demikian dilaporkan kantor berita Wafa seperti dikutip Aljazirah, Senin (6/6/2024).
Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah mengebom sebuah sekolah PBB, United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA). Sekolah tersebut berfungsi sebagai tempat menampung ribuan pengungsi di Nuseirat.
Militer Israel menargetkan pejuang Hamas yang diduga berlindung di gedung tersebut.
Kantor Media Pemerintah Gaza melukiskan serangan tersebut sebagai bukti adanya genosida dan pembersihan etnis. Ismail al-Thawabta, juru bicara kantor media, menggambarkan serangan itu sebagai sebuah pembantaian.
“Sejumlah besar korban tewas dan terluka masih tiba di Rumah Sakit Martir al-Aqsa, yang dipenuhi pasien terluka tiga kali lipat melebihi kapasitas yang ada,” tambah al-Thawabta.
Meski resolusi Dewan Keamanan PBB menuntut gencatan senjata, nyatanya Israel enggan menuruti tuntutan tersebut.
Sejak serangan 7 Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan setempat, kini lebih dari 36.500 warga Palestina di Gaza, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah tewas, dan hampir 83 ribu lainnya luka-luka.
Kini, sebagian besar wilayah Gaza hancur. Parahnya lagi, akses bantuan kemanusiaan juga terhambat akibat blokade Israel.
Israel dituding melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang dalam putusan terbarunya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasi militernya di Rafah.***
Sumber Teks & Foto: Republika & Pixabay/Save_Palestine
