Muslimat NU Dorong Ekonomi Sirkular, Khofifah Contohkan Desa Sambang, Gudo, Jombang

Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Muslimat NU, mengidentifikasi potensi besar dalam memanfaatkan limbah sebagai sumber ekonomi yang berharga. Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Muslimat NU, mengidentifikasi potensi besar dalam memanfaatkan limbah sebagai sumber ekonomi yang berharga.

JENDELAISLAM.ID – Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mengambil tindakan strategis dengan memperkuat konsep ekonomi sirkular.

Model ekonomi ini bertujuan untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi sambil mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan mempertahankan penggunaan bahan serta sumber daya secara berkelanjutan.

“Saya termasuk yang hampir tak pernah pakai kalung begini, tapi ini saya mengikuti cukup lama. Jadi ini kalau kita mau berbicara ekonomi sirkular, ini adalah ekonomi sirkular,” kata Khofifah usai menghadiri Halal bi Halal PP Muslimat NU di Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2024).

Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Muslimat NU, mengidentifikasi potensi besar dalam memanfaatkan limbah sebagai sumber ekonomi yang berharga.

Salah satu contoh yang dia berikan adalah penggunaan pecahan kaca untuk membuat kalung manik-manik, yang merupakan bentuk ekonomi sirkular.

Khofifah menyoroti Desa Sambang, Gudo, Jombang, Jawa Timur sebagai contoh keberhasilan implementasi ekonomi sirkular. Di desa ini, pecahan-pecahan kaca diolah menjadi aksesoris dengan nilai tambah tinggi dan bahkan diekspor ke beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika.

“Dan itu sudah cukup lama saya ke sana untuk bisa diajukan sebagai desa devisa, karena pada dasarnya mereka juga sudah ekspor ke beberapa negara, baik Timur Tengah maupun Afrika,” paparnya.

Khofifah menekankan pentingnya konsep bank sampah dan gerakan reduce, reuse, recycle yang telah diadopsi di berbagai tempat, termasuk sekolah-sekolah yang dikelola oleh Muslimat NU.

Gerakan ini membantu mengurangi limbah dan memanfaatkan kembali barang-barang yang sebelumnya dianggap sebagai sampah.

Ia berharap bahwa dengan memperkuat gerakan ekonomi sirkular, Indonesia dapat berperan dalam pencapaian target global seperti net zero emission pada tahun 2060 dan transisi dari energi fosil ke energi terbarukan.

Dengan dukungan perempuan di Indonesia, Khofifah percaya bahwa Indonesia dapat mewujudkan visi ekonomi hijau dan ekonomi biru, yang merupakan langkah penting dalam membangun masa depan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan bagi generasi mendatang.***

Sumber Teks & Foto: NU Online