Manfaat Rekognisi Ijazah Ma’had Aly: Wildan Ulumul Fahmi Lanjut S2 di UGM

Wildan Ulumul Fahmi, lulusan Marhalah Ula (S1) Ma'had Aly Hasyim Asy'ari (MAHA) Tebuireng angkatan 2018 Wildan Ulumul Fahmi, lulusan Marhalah Ula (S1) Ma'had Aly Hasyim Asy'ari (MAHA) Tebuireng angkatan 2018

JENDELAISLAM.ID – Rekognisi pemerintah atas ijazah Ma’had Aly mulai menunjukkan manfaatnya bagi para alumni. Wildan Ulumul Fahmi, lulusan Marhalah Ula (S1) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari (MAHA) Tebuireng angkatan 2018, menjadi salah satu contohnya.

Dia diterima di program Magister Agama dan Lintas Budaya (ALB) atau Center for Religius and Cross-Cultural Studies (CRCS) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Wildan memilih UGM sebagai pilihan kedua setelah mimpinya melanjutkan studi di luar negeri tertunda. Ketertarikannya pada kajian sosial, yang juga dipelajarinya di MAHA, menjadi alasan utama dia memilih CRCS UGM.

Baca juga: 10 Tips Sukses Menurut Islam

Proses penerimaan Wildan di UGM terbilang tidak mudah. Dia harus mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA), tes TOEFL/IELTS, dan wawancara dengan penguji berbahasa Inggris, termasuk dari luar negeri.

“Awalnya saya pesimis mendaftar di universitas dalam negeri dengan ijazah M1 MAHA. Tapi setelah dinyatakan lulus, saya bersyukur dan berharap ini bisa menjadi motivasi bagi mahasantri MAHA lainnya,” ungkap Wildan.

Prestasi Wildan diapresiasi oleh pihak MAHA Tebuireng. Wakil Mudir Bidang Akademik, Mohamad Anang Firdaus, mengatakan bahwa pencapaian Wildan membuktikan kualitas pendidikan MAHA dan diharapkan dapat menghentikan perdebatan mengenai legalitas Ma’had Aly.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi para mahasantri MAHA untuk melanjutkan studi dan mempelajari hadis dari berbagai perspektif,” pungkasnya.***

Sumber Teks & Foto: Kemenag