Tokoh Agama Bisa Berperan Mengedukasi dan Pemahaman kepada Masyarakat dalam Mendorong Pelestarian Lingkungan

JENDELAISLAM.ID – Pelestarian lingkungan butuh peran bersama, apalagi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan semakin menjadi-jadi.  Tak terkecuali peran dari tokoh agama.

Diharapkan, tokoh agama mampu memberikan edukasi dan pemahaman melalui ceramah atau mimbar khutbah terkait pentingnya menjaga lingkungan.

Kasubdit Kemasjidan Kementerian Agama (Kemenag), Akmal Salim Ruhana, penting bagi tokoh agama mendapatkan pasokan data terkait kerusakan lingkungan, agar mereka bisa mengedukasi kepada masyarakat.

Akmal menyampaikan hal ini dalam forum G20 Interfaith Forum (IF20) di Brasilia, Brazil, pada 19 – 22 Agustus 2024 lalu.

Akmal menyampaikan, tokoh agama memiliki peran besar dalam membentuk pandangan dan tindakan masyarakat terkait isu lingkungan. “Apabila tokoh agama yang bicara, jamaah pasti akan mendengarkannya. Jadi, bila tokoh agama memiliki perspektif lingkungan, itu akan berkontribusi besar dalam mengubah mindset jamaah,” kata Akmal.

Saat ini, Kemenag telah menjalankan program Rintisan Masjid Ramah Lingkungan yang menyediakan infrastruktur, seperti tempat sampah terpilah dan sanitasi. Program ini merupakan salah satu langkah Kemenag dalam mendukung pengelolaan masjid yang ramah lingkungan.

Ke depan, Kemenag berencana untuk mereplikasi konsep masjid ramah lingkungan di seluruh Indonesia. Selain itu, Kemenag akan menggelar International Symposium on Innovative Masjid (ISIM) 2024 sebagai sarana menyebarkan ide dan konsep terkait masjid ramah lingkungan.

Dengan pendekatan berbasis agama, Kemenag optimis dapat meningkatkan kesadaran lingkungan di masyarakat, serta berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim secara lebih luas.  

Sumber: NU Online