JENDELAISLAM.ID – Kementerian Agama menyediakan layanan yang luas hingga ke daerah-daerah terpencil, termasuk wilayah kepulauan. Upaya pembinaan keagamaan dilakukan melalui berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media, termasuk Perahu Layanan Terapung Keagamaan (LANTERA).
Kemenag Kabupaten Lingga memanfaatkan LANTERA untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat kepulauan, terutama dalam menyosialisasikan pesan moderasi beragama.
Kepala Kemenag Lingga, Muhammad Nasir, menekankan pentingnya memanfaatkan pelayaran Perahu LANTERA trip II untuk memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat Suku Laut, yang tinggal di wilayah pesisir.
“Keberadaan mereka harus menjadi perhatian kita, karena mereka adalah bagian dari warga Indonesia yang wajib kita layani,” ujarnya di Lingga pada Kamis, 8 Agustus 2024.
Ketua Tim, Abdurokhman, menjelaskan bahwa kunjungan Perahu LANTERA ke gugusan pulau ini bertujuan untuk melakukan pembinaan, dengan sasaran masyarakat Suku Laut yang mendiami Dusun Batu Merah di Kecamatan Bakung Serumpun.
Komunitas Adat Terpencil ini terdiri dari dua kelompok agama, yaitu Islam dan Kristen. Kantor Kemenag Lingga hadir untuk menyapa dan berdiskusi dengan mereka.
“Kami mengumpulkan semua umat yang terdiri dari 12 KK untuk diberikan pembinaan dan mengajak berdiskusi secara terbuka,” tambahnya.
Dhasmaroni Jaya, ASN Kemenag Lingga dan aktivis dakwah, mengajak masyarakat Batu Merah untuk taat beragama dan menjaga kerukunan di daerah mereka, meskipun berbeda agama.
“Kita harus saling menghormati dan menghargai perbedaan agama yang dianut, serta menjaga kerukunan dengan taat pada Tuhan, cinta Indonesia, dan sayang sesama manusia. Inilah inti ajaran moderasi,” ungkap Jaya.
Di akhir kegiatan, Tim LANTERA menyerahkan bantuan berupa pakaian layak pakai yang merupakan sumbangan dari ASN Kemenag Lingga.***
Sumber Teks & Foto: Kemenag
