JENDELAISLAM.ID – Grand Syekh al-Azhar, Ahmed el-Tayeb prihatin terhadap krisis yang menimpa warga Palestina akibat agresi Israel.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci pada Interfaith and Intercivilizational Reception for Grand Imam of al-Azhar Syekh Ahmed el-Tayeb di Ballroom Hotel Pullman Central Park, Jakarta pada Rabu (10/07/2024) yang digelar oleh PBNU.
“Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kita sebagai umat Islam menyaksikan hegemoni kekuatan digunakan secara brutal untuk memaksakan kehendak kepada orang lain,” kata Syekh Ahmed el-Tayeb.
Menurutnya, hegemoni kekuatan yang dipertontonkan oleh sekelompok pihak untuk menindas umat lain merupakan hal yang tidak pantas.
“Kekuatan yang dipergunakan dengan tidak pantas tanpa mengindahkan nilai kemanusiaan dan persaudaraan. Inilah perbedaan kekuatan yang baik dan kekuatan zalim,” tegas Syekh el-Tayeb.
Padahal, saat ini, kata Syekh el-Tayeb, di belahan dunia mana pun, baik Timur maupun Barat, mengecam penindasan yang terjadi di Palestina oleh Israel. Banyak pemuda dan mahasiswa di Barat aktif menyuarakan dan memperjuangkan keadilan bagi warga Gaza di Palestina.
Karena itu, Syekh berpesan untuk tidak menjadikan hegemoni kekuatan untuk menindas sebagai sebuah peradaban.
Syekh juga menambahkan bahwa kecemasan dan hilangnya rasa aman terhadap bangsa barat yang menghinggapi bangsa timur menjadi sebuah pandangan, juga perlu direkonstruksi.
“Bagi bangsa timur, kita harus melihat ada ikatan-ikatan yang bisa mempersatukan kita dengan barat, dan untuk peradaban barat mulai mengadopsi nilai-nilai luhur persaudaraan dari bangsa timur. Inilah pandangan optimistik untuk melihat peradaban barat yang berkemanusiaan,” pungkas Syekh el-Tayeb.***
Sumber Teks & Foto: NU Online
