Kolaborasi Kementerian Agama dengan Lembaga Mitra untuk Pengembangan Program MBKM di PTKI 2024

Rapat Kerja Finalisasi Desain Program MBKM pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Tahun 2024 Rapat Kerja Finalisasi Desain Program MBKM pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Tahun 2024

JENDELAISLAM.ID – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam di bawah Kementerian Agama menggandeng sejumlah lembaga mitra untuk memperkuat Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tiga lembaga utama yang terlibat adalah Lembaga Studi Independen Bersertifikat, Magang Bersertifikat, Asistensi Mengajar, dan Asisten Peneliti (Research Assistance).

Ketiga lembaga ini berpartisipasi dalam Rapat Kerja Finalisasi Desain Program MBKM untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Tahun 2024. Acara yang diselenggarakan di Bogor dari 19 hingga 21 Juni 2024 ini melibatkan Tim Taskforce Program MBKM PTKI yang terdiri dari dosen-dosen PTKI.

“Pada tahun 2024, Program MBKM akan diperluas dengan berbagai program baru. Beberapa lembaga mitra seperti Balitbang Kemenag dengan studi independen, madrasah di daerah 3T dengan asistensi mengajar, serta BRIN dengan asisten riset, akan kita rancang dan jalankan pada semester gasal ini,” ungkap Ahmad Zainul Hamdi, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, di Bogor pada Rabu (19/6/2024).

Ahmad Zainul Hamdi, yang akrab disapa Ahmad Inung, menjelaskan bahwa filosofi MBKM adalah menjembatani dunia perguruan tinggi dengan dunia kerja. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan anggapan bahwa ilmu yang diajarkan di kampus tidak relevan dengan dunia kerja.

“Tahun ini, program yang penting untuk dijalankan adalah studi independen, asisten riset, dan magang. Magang menjadi sangat penting karena memberikan mahasiswa pengalaman menghadapi dunia kerja dan industri yang tidak didapatkan di kampus,” ujar Prof. Inung.

Selain mengevaluasi pelaksanaan MBKM tahun 2023, rapat ini juga bertujuan merancang program MBKM untuk tahun 2024. Berbagai lembaga mitra hadir untuk memaparkan program yang mereka tawarkan dalam MBKM.

Muhtadin, Kabag TU Pusdiklat Teknis Balitbang Kemenag, menjelaskan bahwa program Diklat MOOC dapat dijadikan sebagai salah satu aktivitas dalam Studi Independen Bersertifikat bagi mahasiswa PTKI.

“Seluruh mata pelatihan di MOOC dapat dijadikan pilihan program MBKM bagi mahasiswa,” jelas Muhtadin.

Arthur, Direktur Manajemen Talenta BRIN, juga mempresentasikan program research assistance (RA) sebagai salah satu kegiatan MBKM dalam bentuk Asisten Peneliti di BRIN.

“Pada semester gasal ini, kami siap menerima mahasiswa MBKM dari PTKI, asalkan mereka lolos seleksi dari BRIN,” kata Arthur.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua Fordetak PTKIN Sri Sumarni, Wakil Ketua Forum Dekan Syariah dan Hukum PTKIN Maksum, dan Ketua Forum Dekan Sri Hartini sebagai Ketua Tim Taskforce MBKM.

Acara ini menghasilkan rumusan Program MBKM PTKI 2024, dengan delapan bentuk program yang akan dilaksanakan, dan dua angkatan (batch) pada Tahun Akademik 2024/2025 berdasarkan semester yang ada.***

Sumber Teks & Foto: Kemenag