JENDELAISLAM.ID –Ribuan pelajar menengah di Gaza terancam gagal mengikuti ujian akhir, dampak dari agresi Israel.
Kementerian Pendidikan Palestina menyampaikan bahwa imbas agresi militer Israel yang tak kunjung berhenti menyebabkan sekitar 39.000 pelajar di Jalur Gaza kehilangan kesempatan untuk mengikuti ujian akhir (tawjihi).
Semula, jadwal ujian tersebut akan berlangsung pada Sabtu pekan ini. Namun, situasi keamanan yang tidak kondusif memaksa penundaan dan pengaturan jadwal ujian.
Juru bicara Kementerian Pendidikan, Sadiq al-Khudour, menyatakan bahwa serangan Israel telah menyebabkan kematian 450 pelajar tahun ini. Dari jumlah tersebut, 430 pelajar terbunuh di Gaza dan 20 lainnya di Tepi Barat.
Sebagaimana dikutip dari kantor berita Palestina WAFA pada Kamis (20/6/2024), Sadiq al-Khudour mengatakan bahwa Kementerian Pendidikan Palestina berupaya untuk mengakomodasi pelajar Gaza Palestina yang saat ini berada di luar negeri.
Menurut al-Khudour, 1.320 pelajar Palestina asal Gaza akan mengikuti ujian tawjihi di 29 negara Arab, dengan mayoritas, yaitu 1.090 pelajar berada di Mesir.
Karena itu, Kementerian Pendidikan mendirikan ruang ujian terbesar di Mesir agar para pelajar di luar negeri dapat mengikuti ujian. Selain itu, ruang khusus ujian juga didirikan di Rusia, Turki, dan Qatar.
Bukan itu saja, Kedutaan Negara Palestina di berbagai negara lain, juga menyiapkan tempat ujian bagi para pelajar yang berada di luar negeri agar bisa menyelesaikan pendidikan mereka.
Sejak serangan 7 Oktober 2023, menurut laporan Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS), hampir 38 ribu warga Palestina di Gaza, telah tewas. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak dan 90 ribu lebih lainnya luka-luka. Tercatat 37.396 korban jiwa berada di Jalur Gaza, dan 549 korban jiwa di Tepi Barat.
Delapan bulan setelah perang di Gaza, sebagian besar wilayah Gaza hancur. Parahnya lagi, akses bantuan kemanusiaan juga terhambat akibat blokade.***
Sumber Teks: NU Online & Foto: Unsplash/Mohammed Ibrahim
