JENDELAISLAM.ID – Sebanyak 183 jamaah haji Indonesia meninggal dunia di Makkah maupun Madinah.
Demikian laporan real time dari laman Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) RI pada Rabu (19/06/2024).
Sebagian besar jamaah yang meninggal merupakan jamaah dengan kategori berisiko tinggi (risti). Namun ada 17 jamaah di antaranya yang non-risti. Lokasi meninggalnya jamaah tersebar di Makkah, Madinah, Arafah, Mina, dan Jeddah.
Sebelumnya, Kepala Pusat Kesehatan Haji, Lilik Marhaendro Susilo, menyatakan bahwa kualitas kesehatan jamaah haji menurun lantaran cuaca panas.
Selain itu, kelelahan yang mendera para jamaah saat perjalanan dari Makkah ke Arafah, ditambah lagi kondisi kurang prima turut memperburuk kondisi kesehatan jamaah.
Dengan cuaca ekstrim ini, Lilik mengimbau jamaah untuk memperbanyak i’tikaf dalam tenda, menjaga makan dan minum, serta tidak lupa minum oralit untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas dan kering.
Lilik juga mengimbau agar jamaah senantiasa menjaga imunitas tubuh dengan asupan cairan harian minimal 200 ml per jam, termasuk bagi mereka yang menderita batuk pilek. Air putih dapat dicampur dengan oralit untuk membantu rehidrasi tubuh.
Selanjutnya, ia menganjurkan agar jamaah menggunakan masker serta meminum vitamin. Untuk jamaah yang memiliki penyakit komorbid, minum obat teratur dan konsultasi dokter kloter atau pos satelit bila muncul keluhan.
Lilik juga menginformasikan bahwa stok obat-obatan, termasuk obat flu, masih cukup di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).***
Sumber Teks: NU Online & Foto: Unsplash/Ibrahim Uz
