JENDELAISLAM.ID – Salah satu tempat yang menjadi daya tarik jamaah haji di Masjid Nabawi adalah Raudhah. Tempat ini terletak di antara mimbar dan makam Nabi di bagian depan masjid. Tempat ini merupakan tempat ibadah mustajabah.
Untuk masuk ke Raudhah, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini telah mengatur masuknya melalui registrasi online dengan menggunakan aplikasi bernama nusuk.
Jamaah yang masuk, baik perorangan maupun rombongan, harus memiliki tasreh (izin) berupa barcode.
Menurut Yazid, salah satu pendamping rombongan, semua jamaah yang ada dalam daftar rombongan harus masuk secara bersamaan. Jika tidak, anggota rombongan yang tertinggal tidak akan bisa menyusul.
Rombongan terlebih dahulu membentuk antrean khusus di gerbang nomor 360. Jamaah dari berbagai negara juga membentuk antrean yang dibatasi dengan tali dan diawasi petugas.
Awalnya, proses ini ditangani oleh askar atau petugas polisi Masjidil Haram. Namun, sekarang ditangani oleh petugas masjid yang mengatur alur jamaah.
“Semua dicek dan dan dihitung satu persatu untuk di-scan barcode-nya untuk menghindari pemalsuan tasreh,” ungkapnya sembari mengisahkan ada saja penjualan dan pemalsuan tasreh oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
Rombongan kemudian memasuki ruang tunggu di dalam serambi masjid dengan berbaris dan duduk di samping pintu 40 dan Babun Nisa, akses utama masuk Raudhah.
“Di dalam Raudhah, jamaah hanya diberi waktu kisaran 15 menit. Tapi jika pas beruntung pada waktu shalat berjamaah, waktu bisa lebih lama sembari ikut shalat jamaah di Raudhah,” kata Yazid.
Sekitar 400 orang berkumpul di Raudhah untuk melaksanakan shalat sunnah dan berdzikir. Banyak juga jamaah yang mengabadikan momentum langka tersebut dengan berfoto dan video.
Setelah waktu habis, para askar menginstruksikan para jamaah untuk keluar melalui pintu di sebelah kanan.
Setelah keluar, banyak jamaah yang melanjutkan kegiatan ibadahnya dengan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Mereka harus menyusuri sekat-sekat yang mengarah ke pintu utama untuk berziarah yakni pintu Babussalam.***
Sumber Teks & Foto: NU Online/M. Faizin
