JENDELAISLAM.ID – Tak terasa kita telah memasuki bulan Sya’ban, bulan yang penuh keberkahan dan kebaikan. Bulan ini menjadi kesempatan terbaik bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Sebagai bulan yang menghubungkan antara Rajab dan Ramadhan, Sya’ban sering kali dianggap sebagai waktu pemanasan spiritual sebelum memasuki ibadah yang lebih berat di bulan puasa.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, apa saja yang harus kita persiapkan dan bagaimana cara terbaik untuk mempersiapkannya? Persiapan di bulan Sya’ban bisa dikategorikan dalam tiga hal utama, yaitu keimanan, kesehatan, dan perbekalan.
- Memantapkan Keimanan
Keimanan harus diperkuat sejak sekarang, sebab perintah puasa dalam Islam ditujukan kepada orang-orang yang beriman. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa,” (QS. Al-Baqarah [2]: 183).
Tanpa iman yang kuat, puasa Ramadhan akan terasa lebih berat dan kurang bermakna. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan keimanan dengan berbagai cara, seperti memperbanyak ibadah sunnah, memperdalam ilmu agama, serta memperbanyak istighfar dan taubat.
- Menjaga Kesehatan
Ibadah puasa bukan hanya ibadah ruhaniyah tetapi juga ibadah jasmaniyah. Oleh karena itu, menjaga kesehatan sebelum memasuki bulan Ramadhan sangat penting. Dalam literatur fiqih, kesehatan merupakan salah satu syarat wajib puasa. Jika seseorang sakit, ia diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di lain hari.
Menjelang Ramadhan, kita disarankan untuk:
- Meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola makan yang sehat dan bergizi.
- Berolahraga secara teratur agar tubuh tetap bugar.
- Menyesuaikan pola tidur agar terbiasa bangun untuk sahur dan qiyamul lail.
- Mengurangi konsumsi kafein dan gula berlebih agar tubuh lebih siap menghadapi puasa.
- Mempersiapkan Perbekalan
Selain keimanan dan kesehatan, aspek perbekalan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Dalam menjalankan ibadah puasa, aktivitas sehari-hari tetap berjalan, termasuk dalam mencari nafkah. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa semangat kerja di bulan Ramadhan sering kali mengalami penurunan akibat perubahan pola makan dan tidur.
Maka dari itu, menyiapkan kebutuhan pokok sejak bulan Sya’ban bisa menjadi langkah bijak agar saat Ramadhan tiba, kita dapat lebih fokus dalam beribadah tanpa terganggu oleh kesibukan duniawi yang berlebihan.
Memperkuat Keimanan di Bulan Sya’ban
Dari ketiga hal di atas, keimanan adalah yang paling utama. Jika seseorang memiliki keimanan yang kuat, maka ia akan tetap menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh semangat meskipun kondisi fisiknya kurang mendukung atau perbekalan kurang mencukupi.
Lantas, bagaimana cara memperkuat keimanan di bulan Sya’ban? Rasulullah SAW memberikan beberapa contoh amalan yang dapat dilakukan, di antaranya:
- Bertobat dan Membersihkan Diri
Layaknya seseorang yang akan menyambut tamu agung, kita harus berbenah dan membersihkan diri sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Ini mencakup pembersihan lahir dan batin, serta memohon ampunan kepada Allah atas segala dosa yang telah lalu.
As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitab Ma Dza fi Sya’ban menyebutkan bahwa salah satu bentuk tobat adalah memperbanyak istighfar, terutama pada malam Nisfu Sya’ban. Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa saja yang membiasakan istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar atas segala kesempitannya, memberikan kelapangan atas segala kesusahannya, serta memberinya rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud)
- Memperbanyak Puasa Sunnah
Salah satu amalan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW adalah memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban. Sayyidah ‘Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa di bulan Sya’ban lebih banyak dibanding bulan lainnya selain Ramadhan.
Tatkala ditanya tentang puasa yang paling utama setelah Ramadhan, Rasulullah SAW menjawab:
“(Puasa) Sya’ban demi mengagungkan Ramadhan.” (HR. At-Tirmidzi)
Rasulullah juga bersabda bahwa amal-amal manusia diangkat kepada Allah pada bulan Sya’ban. Oleh karena itu, beliau ingin agar amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.
- Mendekatkan Diri kepada Allah dan Mengingat Kematian
Pada bulan Sya’ban, Allah menetapkan umur hamba-Nya, yaitu siapa saja yang akan meninggal pada tahun tersebut. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan ibadah, mendekatkan diri kepada Allah, serta memperbanyak doa agar diberikan umur yang panjang dan berkah hingga bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan.
Salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebab, pada bulan Sya’ban, ayat perintah shalawat kepada Nabi SAW diturunkan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ahzab: 56.
Selain itu, amalan lain yang bisa dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah:
- Memperbanyak dzikir dan membaca Al-Quran.
- Mendirikan shalat malam.
- Bersedekah kepada fakir miskin.
- Memohon kebaikan dan panjang umur agar bisa sampai ke bulan Ramadhan dengan keadaan sehat dan siap menjalankan ibadah dengan maksimal.***
Sumber: NU Online
