Sekjen MUI: Kehormatan suatu Bangsa karena Menjunjung Tinggi Peradaban

JENDELAISLAM.ID – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa peradaban dunia Islam yang mencapai puncak kejayaan mulai (712 – 1492) selama 780 tahun, berakhir meninggalkan warisan sejarah peradaban di Andalusia Spanyol.

Buya Amirsyah menyampaikan hal ini saat memberikan sambutan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) di BBPMP Lembang Bandung, pada Selasa (28/01/2025).

Menurutnya, sejarah mencatat bahwa kehancuran perabadan bangsa karena kezaliman penguasa. Sebaliknya, kehormatan suatu bangsa karena menjunjung tinggi peradaban.

Ia menjelaskan bahwa “peradaban” berasal dari kata “adab” yang berarti sopan, berbudi pekerti, luhur, mulia, atau berakhlak, yang seluruhnya merujuk pada sifat yang tinggi dan mulia.

“Peradaban juga dapat diartikan sebagai kebudayaan yang tertinggi dalam kehidupan manusia, seperti seni, arsitektur, serta kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan seperti peradaban Islam di Spanyol. Seni musik, ukir, dan kaligrafi merupakan bagian kecil dari peradaban. Artinya, semakin kreatif memajukan seni dan budaya akan memajukan peradaban bangsa,” terangnya.

Ini berarti bahwa majunya peradaban suatu bangsa tergantung dengan etika atau moral bangsa dalam hal apapun.   Sebab, dimata Buya Amirysah, saat ini peradaban suatu bangsa di dunia tengah tercerabut akar sehingga banyak nilai-nilai kemanusiaan yang telah dinistakan, seperti perang yang berkepanjangan.

“Peradaban Islam yang menekankan keselamatan dan kedamaian harus mampu mengembalikan cita-cita peradaban Islam untuk dunia yang aman dan damai,” ujarnya.***

Sumber: MUI