BAZNAS Luncurkan Program ZAuto di Jawa Tengah untuk Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Mustahik

JENDELAISLAM.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Program ZAuto. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik dan mempercepat pengentasan kemiskinan pada bidang otomotif melalui pengembangan usaha bengkel motor.

Peluncuran Program ZAuto berlangsung di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (04/11/2024). Hadir dalam peluncuran program tersebut: Saidah Sakwan, MA (Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI),  Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana AS, MM (PJ Gubernur Jawa Tengah), Timotius Suryadi, S. Sos, M. Si (Pj Bupati Karanganyar), Dr. KH. Ahmad Darodji, M. Si (Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah) serta para penerima manfaat Program ZAuto.

Dalam sambutannya, Saidah Sakwan menjelaskan bahwa program ZAuto adalah upaya strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi umat.

“ZAuto adalah wujud nyata dari pengelolaan zakat produktif, yang bukan sekadar bantuan, tetapi investasi dalam keterampilan dan masa depan para mustahik. Kami ingin mustahik yang kami bina nantinya tidak bergantung lagi pada bantuan, namun dapat mandiri melalui usaha bengkel motor yang mereka kelola,” bebernya.

Program Zauto, kata Saidah, tidak hanya berfokus pada pemberian modal, melainkan juga pada pengembangan kompetensi mustahik melalui pelatihan mekanik dan manajemen usaha. 

Program ZAuto BAZNAS sudah berjalan sejak April 2022. Saat ini, sudah menjangkau 10 provinsi, 28 kabupaten/kota dan telah berhasil memberdayakan sebanyak 358 mustahik di Indonesia.

Di Provinsi Jawa Tengah, lanjut Saidah, ada 15 mustahik dari 15 kabupaten/kota yang telah mendapat pelatihan dan bantuan usaha untuk mengelola bengkel motor secara mandiri.

“Program ZAuto telah menjangkau di berbagai pelosok wilayah Jawa Tengah di antaranya, di Kab Pemalang, Kab Banyumas, Kab Blora, Kab Boyolali, Kab Brebes, Kab Cilacap, Kab Kebumen, Kab Semarang, Kab Sragen, Kab Sukoharjo, Kab Tegal, Kota Salatiga, Kota Semarang, Kota Surakarta, dan Kab Pekalongan,” jelasnya. 

Selain itu, BAZNAS juga memberikan pelatihan keterampilan mekanik dan manajemen usaha, peralatan bengkel lengkap seperti booth, baju mekanik, kompresor, alat pembuka baud otomatis, infus injection, dan alat khusus. Selain itu, bantuan modal usaha berupa suku cadang, oli, ban, bohlam, kanvas rem dan sparepart motor lainnya, serta pendampingan intensif.

Saidah berharap, Program ZAuto BAZNAS menjangkau lebih banyak lagi mustahik di berbagai daerah di Indonesia.

Program Zauto ini mendapat apresiasi dari Nana Sudjana (Pj Gubernur Jawa Tengah). Menurutnya, program ini sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui zakat produktif. Ia berharap Program ZAuto yang digagas BAZNAS ini terus berkembang dan berdampak positif bagi mustahik di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. 

Demikian halnya apresiasi yang sama, disampaikan KH. Ahmad Darodji (Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah). Menurutnya, keberadaan Program ZAuto telah menjadi solusi yang sangat relevan bagi masyarakat Jawa Tengah, yang memiliki potensi besar di sektor otomotif. 

“BAZNAS Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan seperti ZAuto agar semakin banyak mustahik di wilayah Jawa Tengah dapat merasakan manfaatnya hingga bisa terwujud kesejahteraan umat yang dicita-citakan,” pungkasnya.***

Sumber: BAZNAS