Situasi Berubah, Kyai Marsudi Meminta Ustadz dan Kyai Berkompeten Tidak Diam

JENDELAISLAM.ID –  Saat ini, banyak ustadz dan kyai bicara agama, namun tidak punya dasar pemahaman agama yang baik. Tragisnya, rujukan ustadz dan kyai tersebut bahkan berasal dari seorang pelawak. Kondisi ini tentu memprihatinkan.

Atas fenomena ini, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Marsudi Syuhud menyampaikan, standardisasi dai merupakan bentuk dari perubahan yang terstruktur.

Kyai Marsudi menjelaskan, salah satu macam perubahan karena situasi yang terpaksa berubah. Termasuk situasi dakwah, keadaan sosial, dan penampilan yang juga sudah berubah.

“Ini perubahan yang terstruktur karena banyak para dai yang ingin jadi dai, modal pelawak saja sudah jadi. Modalnya pelawak, agamanya tidak ada, sudah dipanggil kyai,” kata Kyai Marsudi pada “Standardisasi Dai MUI angkatan ke-32,” di Wisma Mandiri, Jakarta Pusat, Senin (29/07/2024).

Sementara di sisi lain, banyak ustadz dan kyai yang memiliki pemahaman keagamaan yang baik, menguasai berbagai macam kitab, justru diam.

Dalam kesempatan itu, Kyai Marsudi juga menyampaikan rasa syukurnya bangsa Indonesia bisa hidup damai, aman, dan nyaman.

“Kita alhamdulillah punya bangsa Indonesia yang damai, aman, nyaman, enak, dan kepenak hidup disini,” ungkapnya.

Karena itu, apabila ada yang merasa tidak menikmati tinggal di Indonesia, imbuh Kyai Marsudi, maka disarankan untuk tinggal ke negara perang.

“Maka kalau Anda ingin menikmati nyaman (tinggal) Indonesia pergi ke negara perang, akan ketahuan,” ujarnya.***  

Sumber Teks & Foto: MUI