JENDELAISLAM.ID – Bukan perkara mudah, melayani para tamu Allah di Tanah Suci. Perlu kesabaran, dan ketulusan saat melayani para jamaah haji Tanah Air. Inilah tugas mulia yang diemban para petugas haji di Tanah Suci. Mereka tak kenal lelah, melayani dengan senang hati, ingin mendapatkan ridha dari Allah SWT.
Tahun ini, lebih 213 ribu jamaah haji Indonesia yang menunaikan rukun Islam kelima ini. Sekitar 45.000 di antaranya adalah jamaah lanjut usia (lansia). Tentu saja, melayani jamaah lansia memiliki pengalaman menarik bagi petugas haji di lapangan.
Hal ini juga dialami oleh Maula Zuama, petugas Transportasi di sektor 3 Madinah. Kadang ia merasa senang dan kadang juga sedih saat melayani jamaah haji Indonesia.
“Saat proses menyambut dan menurunkan jamaah dari bus kemudian membantu sampai ke pemondokan (hotel) merupakan hal yang menyenangkan. Tapi kadang terbawa haru dan sedih saat membantu yang disabilitas maupun lansia,” kisah Maula saat proses kedatangan jamaah haji berlangsung di Hotel Arjwan al-Saadah di Madinah, Sabtu (29/06/2024).
Menurutnya, ada beragam kondisi jamaah. Selain lansia, ada jamaah dengan keterbatasan (disabilitas) seperti tidak bisa melihat dan mendengar.
Lebih lanjut, ia bercerita bahwa mencari koper jamaah dan mengantarkannya, memfasilitasi jamaah lansia untuk menghubungi keluarga, atau mengantar jamaah yang tersasar kembali ke hotelnya, itu semua menjadi tugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Saudi, terlepas apa tugas dan fungsi pokoknya.
“Jamaah yang kehilangan sandal karena lupa menaruh dan lupa jalan pulang ke hotel sudah menjadi kasus sehari-hari. Kami ikhlas, lillaahi ta’aala, wakafkan diri untuk bantu jamaah,” ucapnya.
Di sisi lain, Maula juga pernah mendapat pengalaman yang membuatnya bahagia. Saat jamaah yang dibantunya senang dan ingin menangis. Bahkan, ada jamaah yang sampai menciumi tangannya.
“Saya yang mencium tangan mereka dan menjelaskan, kami ditugasi negara untuk melayani jamaah untuk melayani Ibu Bapak semua, kami hanya minta satu saja, doakan kami sehat sampai selesai kami menjalankan tugas ini,” Maula mengisahkan.
Bagi Maula, pengalaman menjadi petugas haji adalah pengalaman sangat berharga dan tidak akan pernah terlupakan. Untuk itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama yang memberikan kepercayaan kepadanya untuk melayani jamaah haji dan selalu memotivasi para petugas haji, seperti dirinya.***
Sumber Teks & Foto: Kemenag
