JENDELAISLAM.ID – Pemerintah Saudi Arabia telah mengumumkan jamaah haji yang meninggal di Tanah Suci pada penyelenggaraan haji tahun ini sebesar 1.301 jamaah. Dari angka lebih dari seribuan tersebut, angka kematian terbesar berasal dari negara Mesir. Dan mayoritas adalah jamaah haji non-visa resmi.
Sabtu, 22 Juni 2024, Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly, memerintahkan pencabutan izin 16 perusahaan travel dan menyerahkan penanggung jawab travel ke pihak berwajib.
Pemerintah Mesir mengatakan, peningkatan jumlah kematian jamaah haji Mesir yang tidak terdaftar berasal dari beberapa perusahaan yang nekat memberangkatkan jamaah tanpa visa resmi.
Visa resmi dikeluarkan oleh pemerintah Saudi sesuai dengan kuota jamaah tiap negara. Agen travel menjanjikan jamaah bisa berangkat haji meskipun tanpa visa haji. Alhasil, jamaah jadi terlantar dan tidak mendapatkan fasilitas yang layak.
Salah satu faktor penyebab banyaknya jamaah meninggal dunia adalah suhu panas yang ekstrem melanda Arab Saudi. Pusat Meteorologi Nasional Saudi mengatakan, suhu di Masjidil Haram Makkah mencapai 51,80 C.
Baca juga: Suhu Ekstrem dan Kelelahan, 1.081 Jamaah Haji Meninggal Dunia
Saking panasnya suhu di Saudi, sebagian besar jamaah mengguyurkan air ke kepala mereka. Tak sedikit juga petugas haji yang membagikan air dingin agar jamaah tetap terhidrasi.
Pemerintah Saudi juga telah mengimbau para jamaah untuk menggunakan payung, minum banyak air, dan menghindari paparan sinar matahari selama jam-jam terpanas di siang hari.
Sebagian besar jamaah yang meninggal dunia ini adalah jamaah ilegal tanpa visa haji resmi. Di antara mereka bahkan meninggal dan sempat terlantar di pinggir jalan.
Menurut seorang pejabat Mesir, jamaah haji ilegal menyebabkan kekacauan besar di tenda-tenda jamaah haji Mesir. Mereka tidak mendapat fasilitas makan, minum, atau tenda ber-AC yang memadai. Mereka meninggal kepanasan, karena kebanyakan orang tidak punya tempat untuk berlindung.***
Sumber Teks: Detik & Foto: MUI
