Wapres RI Buka Ijtima Ulama VIII: Ini Forum Penting untuk Merespons Masalah Keumatan

JENDELAISLAM.ID – Ini forum penting untuk merespons berbagai masalah keumatan, begitu kata Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), KH. Ma’ruf Amin.

Wapres menyampaikan hal tersebut pada Rabu (29/05/2024) di Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Center, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. 

Di acara ini, Kyai Ma’ruf, sapaan beliau, berkesempatan membuka rangkaian kegiatan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII yang berlangsung pada  28 -31 Mei 2024.

Baca juga: Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII akan Bahas Masalah Strategis Kebangsaan, Keagamaan Kontemporer, dan Perundang-undangan

Kyai Ma’ruf senang karena Ijtima Ulama VIII ini juga membahas isu-isu global, seperti mengenai kemanusiaan dan perdamaian. 

Di hadapan peserta Ijtima Ulama, Kyai Ma’ruf bercerita bahwa pada Ijtima Ulama yang pertama pada 2003, saat itu Kyai Ma’ruf sebagai ketua Komisi Fatwa MUI.

Ia menjelaskan, bahwa Ijtima Ulama sebelumnya, salah satunya membahas mengenai masalah bunga bank.  Dalam pembahasan itu, menetapkan bahwa bunga bank hukumnya haram. Hal itu karena memenuhi kriteria utang yang diberi tambahan dan dijanjikan di muka. 

Inilah yang kemudian mendasari perlu pengembangan perbankan dan keuangan syariah saat itu.

“Karena itu, boleh menggunakan bunga bank ketika belum ada Bank Syariah. Kalau sudah ada, daruratnya hilang. Kalau ada air, tayamumnya batal. Kalau tidak ada air, tayamum boleh,” ungkapnya. 

Dan banyak tema lain yang mengemuka dalam pembahasan Ijtima Ulama sebelumnya. Tentu saja, Ijtima Ulama ini memberikan kontribusi berarti dalam membangun negara.

“Selama tujuh kali pertemuan Ijtima Ulama, banyak sekali kontribusi yang diberikan dalam membangun negara,” tegasnya. 

Hadir pula di acara pembukaan ini: Ibu Wury Estu Handayani (isteri Kyai Ma’ruf), KH. Marsudi Syuhud (Wakil Ketua Umum MUI), Prof. Asrorun Niam Sholeh (Ketua MUI Bidang Fatwa), dan Safrizal (Pj Gubernur Bangka Belitung).***

Sumber Teks & Foto: MUI