JENDELAISLAM.ID – Menurut Gus Baha, ulama kondang dan kharismatik asal Rembang, dalam konteks tertentu tidur bisa lebih baik daripada sholat Tahajud.
Hal ini berlaku ketika tidur dilakukan dengan tujuan mulia untuk menikmati rahmat Allah, bukan untuk menuntut hajat agar dikabulkan.
“Ada orang sholat Tahajud, terus obsesinya agar hajatnya terkabul. Sementara yang tidur, obsesinya menikmati rahmatnya Allah (karena) bisa tidur,” kata Gus Baha dalam sebuah pengajiannya, Jumat (03/5/2024).
Alasan Mengapa Tidur Bisa Lebih Baik
1. Menikmati Rahmat Allah
Menurut Gus Baha, tidur merupakan salah satu nikmat dan anugerah yang diberikan Allah kepada manusia. Ketika kita dapat tidur dengan nyenyak, hal tersebut merupakan tanda bahwa Allah telah memberikan kesehatan dan ketenangan kepada kita.
2. Mencegah Kufur Nikmat
Menurut Gus Baha, sholat Tahajud yang dilakukan dengan tujuan menuntut Allah agar hajatnya dikabulkan berpotensi menimbulkan rasa kufur nikmat. Hal ini terjadi ketika hajat yang diinginkan tidak terkabul, sehingga orang tersebut menyalahkan Allah.
“Kata Imam Ghazali timbang kita Tahajud untuk menuntut Allah, mending tidur saja. Karena nanti bisa mempunyai akibat, setan memberikan bisikan; la nyatanya kamu sholat Tahajud ya gak terkabul (hajatnya),” jelasnya.
3. Menghindari Putus Asa
Menurut Gus Baha, ketika sholat Tahajud diubah menjadi media untuk menuntut hajat, dan hajat tersebut tidak terkabul, orang tersebut berpotensi mengalami putus asa dan menyalahkan Allah.
Gus Baha menekankan pentingnya menjaga niat dalam beribadah, termasuk saat sholat Tahajud. Niat yang tulus dan ikhlas untuk mendekatkan diri kepada Allah jauh lebih penting daripada mengharapkan imbalan berupa terkabulnya hajat.
Kesimpulan
Tidur dengan tujuan mulia untuk menikmati rahmat Allah merupakan ibadah yang bernilai tinggi dan dalam konteks tertentu bisa lebih baik daripada sholat Tahajud yang dilakukan dengan tujuan menuntut Allah.***
