JENDELAISLAM.ID – Mulai 1 Muharram 1446 H, Muhammadiyah resmi menggunakan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) dalam penetapan awal bulan Hijriyah. Metode baru ini akan menggantikan kriteria yang biasa digunakan Muhammadiyah sebelumnya yaitu wujudul hilal.
Muhammadiyah menggunakan Kriteria Turki 2016 dalam menyusun konsep Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). Kriteria ini berasal dari Muktamar Kalender Islam Global yang diadakan di Turki pada tahun 2016.
Hasil dari muktamar tersebut menetapkan konsep kalender dengan prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia.
Salah satu prinsip utama dari KHGT, menurut anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Maskufa, adalah kesatuan matlak, dengan syarat imkan rukyat, yaitu ketinggian hilal minimal 50 dan sudut elongasi minimal 80 di belahan bumi mana pun.
Konsep ini dinilai ideal untuk mewujudkan Kalender Islam yang dapat menyatukan umat.
“Konsep ini dianggap ideal untuk mewujudkan Kalender Islam pemersatu. Pilihan ini juga didasarkan pada semangat keterbukaan, kebersamaan, dan pencerahan peradaban agar Islam menjadi rahmat bagi alam semesta,” ucap Maskufa dalam acara Pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Jum’at (05/07/2024).
Ia yakin penerapan KHGT dengan Kriteria Turki 2016 ini berdampak positif bagi kepastian dan ketepatan waktu ibadah umat Islam di mana pun berada, terutama yang tinggal di negara-negara minoritas Muslim.
Identitas Islam dalam wujud KHGT akan semakin terlihat, khususnya dalam misi menyatukan waktu pelaksanaan ibadah yang selama ini sering kali menimbulkan perbedaan dan bahkan perpecahan.
Maskufa menambahkan, dengan adanya KHGT, diharapkan umat Islam di seluruh dunia dapat merasakan kebersamaan dan persatuan. Ini juga komitmen Muhammadiyah untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat Islam dan peradaban dunia.***
Sumber Teks: Muhammadiyah Online & Foto: Unsplash/Benjamin Voros
