Nikmat Sehat

JENDELAISLAM.ID – Benar kata orang, “Sehat itu mahal harganya”. Sehat tak bisa dinilai dengan rupiah. Berapa pun banyaknya kekayaan yang kita miliki, agaknya tak bisa menggantikan nikmat sehat. 

Sehat menjadi hal yang penting dalam kehidupan kita. Pasalnya, segala aktivitas apapun yang menumpuk bisa terselesaikan asalkan jiwa dan raga sehat.

Sebaliknya pekerjaan sekecil apa pun, jika kondisi tidak fit bisa menjadi pekerjaan besar yang sangat berat.  Jangan heran, puluhan juta rupiah atau bahkan sampai ratusan juta rupiah, akhirnya melayang untuk membayar sebuah nilai kesehatan.

Mahalnya sebuah kesehatan itu bisa kita lihat dengan banyaknya orang yang berikhtiar mencari pengobatan terbaik sampai-sampai harus pergi ke luar negeri sekali pun.  Dalam kondisi bingung dan panik, orang tidak lagi berpikir soal nominal rupiah untuk pengobatan, tetapi lebih penting lagi bisa kembali sehat.

Wajar jika kemudian orang menilai, apalah artinya punya uang banyak jika tak bisa menikmatinya lantaran ada penyakit yang menggerogoti? Apalah artinya kekayaan bergelimang dan kemewahan sementara kita hanya bisa memandangi tanpa bisa memanfaatkannya hanya karena sakit? Semuanya menjadi tidak berarti, semuanya menjadi tidak ada.

Mungkin ada sebagian orang berdalih bahwa uang bisa mengubah segalanya. Dengan uang, orang yang sakit bisa kembali sehat, toh ada dokter dari berbagai spesialisasi yang siap membantu.

Tapi, siapa yang bisa menjamin bahwa upaya dokter bisa mengembalikan kesehatan seseorang. Tentu tidak, karena dokter sekedar perantara, pembuat sakit dan penyembuh yang sesungguhnya hanyalah Allah SWT semata.

Jika tahu sumber segala sesuatunya berasal dari Allah SWT, rasanya tak perlu risau lagi. Sembari berikhtiar mendapat kesembuhan, introspeksi lebih penting karena kondisi badan yang tidak fit bisa jadi isyarat bahwa Allah sangat mengingatkan dan menyayangi kita. Mungkin juga cara Allah menegur kita; apakah mau mensyukuri dan tetap ingat kepada-Nya atau tidak?

Tak salah bila khatib atau ustadz, selalu mewanti-wanti mengajak jamaah untuk selalu bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan dalam kondisi apa pun.

Maka selagi sehat, kita manfaatkan nikmat sehat itu untuk jalan yang Allah ridhai. Dengan mata, kita bukan saja bisa melihat sesuatu yang baik dan menjauhkan hal-hal yang berbau dosa, tetapi juga tidak tutup mata saat melihat banyaknya orang yang kelaparan karena kemiskinannya.

Dengan tangan, bukan saja untuk belajar, mengkaji al-Qur’an tetapi juga ringan tangan mengulurkan bantuan kepada siapa pun yang membutuhkan bantuan.

Demikian pula kaki, punggung, kepala, bukan saja untuk hal-hal yang sifatnya ibadah yang sangat personal, melainkan juga untuk kemaslahatan umat yang jauh lebih besar.

Otak bukan saja digunakan untuk memikirkan bagaimana memutar usaha pribadi, tetapi bagaimana gagasan dan sumbangsih kita bisa berarti bagi banyak orang.

Syukurilah nikmat sehat, karena orang yang pandai bersyukur disukai oleh Allah SWT. Ia akan diberikan bonus tambahan dari yang sudah ada, sebaliknya orang yang bersikap masa bodoh dan mengingkari pemberian-Nya akan mendapat sangsi berat.***

Sumber Foto:   Pixabay/Ben_Kerckx