JENDELAISLAM.ID – Kementerian Agama (Kemenag) mereviu 30 naskah Buku Umum Keagamaan Islam. Tiga puluh naskah telah lulus oleh dewan juri pada Sayembara Penulisan Buku Umum Keagamaan yang berlangsung pada 12 – 26 Maret 2024.
“Naskah-naskah terpilih akan difinalisasi pada 21 Juni, bersamaan dengan penyerahan hadiah. Para juri yang telah melakukan penilaian juga akan memperkenalkan buku tersebut kepada masyarakat,” ujar Kasubdit Kepustakaan Islam Kemenag, Nur Rahmawati dalam kegiatan Pleno Hasil Sayembara Penulisan Buku Umum Keagamaan di Jakarta, Selasa (4/6/2024).
Teteh Nung, sapaan akrab Nur Rahmawati, menjelaskan bahwa naskah yang sudah mencapai tahap 80 persen akan diperkenalkan oleh juri dalam bentuk dummy (buku contoh). Publik bisa mengajukan pertanyaan sekaligus memberi masukan pada kegiatan bibliobattle (meresensi buku di depan banyak orang).
“Sebagai bagian dari proses sayembara, masyarakat akan dilibatkan dalam kegiatan bibliobattle untuk bertanya dan memberi masukan,” ungkapnya.
Menurut Teh Nung, sejumlah naskah memuat ide atau gagasan baru, termasuk judulnya menarik, sehingga akan membuat pembaca penasaran. Oleh karena itu, imbuh Teh Nung, pihaknya akan mengemasnya menggunakan cover yang menarik.
Tiga puluh naskah buku umum keagamaan, imbuhnya, dapat memperkaya literatur keagamaan, mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa serta meneguhkan moderasi beragama di masyarakat.
Teh Nung mengingatkan, jika ada naskah yang kurang pas, baik substansi maupun teknis penulisan, akan ada revisi. Para penulis harus siap merevisi sesuai saran dewan juri.
Acara Pleno Hasil Sayembara Penulisan Buku Umum Keagamaan yang berlangsung pada 3 – 5 Juni 2024. Hadir pada acara pleono tersebut, para dewan juri dari Tim Standar Mutu Buku Keagamaan Islam, Balitbang dan Diklat Kemenag, dan Mitra Kepustakaan.***
Sumber Teks & Foto: Kemenag
