Tidur saat Puasa Ramadhan, Benarkah Bernilai Ibadah?

JENDELAISLAM.ID – Ada sebuah hadits yang menyatakan bahwa tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Sebagian orang juga percaya tentang hadits tersebut.

Benarkah pemahaman tersebut sesuai dengan ajaran Islam yang benar?

Salah satu hadits yang sering dijadikan dasar adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi yang meyakini bahwa tidur saat berpuasa bernilai ibadah. 

Namun menurut KH. Fatihun Nada, anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagaimana melansir MUIDigital, hadits ini tidak dapat dijadikan sandaran sahih dalam memahami tidur sebagai ibadah. 

“Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni. Namun, perlu diketahui bahwa hadits ini berstatus tidak sahih atau tergolong dalam hadis dha’if (lemah),” tandasnya, pada Jum’at (07/03/2025).

Justu tidur yang berlebihan yang tujuannya hanya menghindari rasa lapar dan haus, lanjut Kyai Fatihun, tidak punya nilai ibadah. Menurutnya, tidur semacam ini termasuk perbuatan menyia-nyiakan waktu yang semestinya digunakan untuk beribadah. Ramadhan semestinya diisi dengan ibadah karena nilainya berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa. 

Akan tetapi, tidur yang bertujuan untuk menjaga stamina tubuh agar dapat melaksanakan ibadah dengan baik, seperti shalat malam dan tadarus al-Qur’an, bisa dianggap bernilai ibadah. Dengan kata lain, kualitas tidur yang mendukung kesiapan fisik untuk beribadah lebih dianjurkan daripada tidur berlebihan yang tidak ada tujuannya.***

Sumber: MUI & Foto: Sehatq