JENDELAISLAM.ID – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag menggelar pertemuan dengan 28 perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam. Tujuan pertemuan ini adalah untuk mempererat sinergi antara pemerintah dan ormas dalam menjaga keberagaman.
Hal ini disampaikan oleh Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Islam. Forum ini bertajuk “Pertemuan Pimpinan Ormas Islam dan Fasilitasi Lembaga Keagamaan Islam Tingkat Pusat”, bertempat di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat, pada Jum’at (06/12/2024).
Dalam kesempatan ini, Kamaruddin Amin menyampaikan apresiasinya atas kontribusi ormas Islam dalam merawat keberagaman Indonesia. Menurutnya, ormas tidak hanya menjaga nilai-nilai agama, tetapi juga membina harmoni sosial.
Kamaruddin menegaskan pentingnya kolaborasi untuk menjaga kerukunan beragama dan stabilitas nasional. “Terjaganya keharmonisan sehingga masyarakat dapat menjalankan agama masing-masing dengan baik tidak lepas dari kerja sama solid antara pemerintah dan masyarakat. Ini adalah pekerjaan luar biasa,” paparnya.
Selain itu, ia juga berpandagan bahwa komunitas keagamaan di Indonesia adalah aset berharga dalam menjaga harmoni sosial. “Hubungan baik antara agama, pemerintah, dan masyarakat telah menciptakan stabilitas yang tidak kalah dibandingkan negara lain,” imbuhnya.
Senada dengan pernyataan di atas, Ahmad Zayadi, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, meneguhkan bahwa pertemuan ini adalah momentum penting memperkuat hubungan antara lembaga keagamaan dan pemerintah. “Kegiatan ini tidak hanya membahas keberagaman, tetapi juga merumuskan langkah konkret untuk menjaga keharmonisan sosial dan keindonesiaan,” ujarnya.
Pada tahun 2025, kata Zayadi, Kemenag akan memperkenalkan model kerja sama berbasis prestasi untuk meningkatkan kontribusi ormas Islam. Pihaknya berharap, model ini dapat memperkuat kedamaian dan keberagaman di Indonesia.
Adapun 28 ormas Islam yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah:
1. Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI)
2. Persatuan Umat Islam (PUI)
3. Pengurus Besar Wanita al-Irsyad al-Islamiyah
4. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU)
5. Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
6. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
7. Pengurus Besar Mathla’ul Anwar
8. Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah
9. Pimpinan Pusat al-Irsyad al-Islamiyyah
10. Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama
11. Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam Indonesia
12. Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI)
13. Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI)
14. Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis)
15. Pengurus Besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI)
16. Pimpinan Pusat Aisyiyah
17. Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah
18. Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah
19. Jam’iatul Khaer
20. Pengurus Besar al-Khairat
21. Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP PARMUSI)
22. Pimpinan Pusat Persatuan Wanita Persatuan Tarbiyah Islamiyah
23. Jam’iyyatul Qurro wal Huffazh NU (JQH NU)
24. Al-Ittihadiyah
25. Pimpinan Pusat Wanita Islam (WI)
26. Rabithah Alawiyah
27. Pengurus Besar Pemuda Muslimin Indonesia
28. Pimpinan Pusat Rifa’iyah***
Sumber: Kemenag
