JENDELAISLAM.ID – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, secara resmi membuka Seminar Hukumah Diniyah dan Sistem Istinbath Hukum Islam serta Bahtsul Masail yang diadakan di Hotel Aryaduta, Bandung, pada Senin (14/10/2024).
Dalam sambutannya, KH Zulfa menekankan peran penting kiai-kiai NU yang mampu bersikap moderat dan memahami realitas masyarakat yang majemuk.
Kiai Zulfa menjelaskan bahwa para ulama terdahulu, selain menguasai kitab-kitab klasik (turats), juga memiliki kemampuan untuk membaca realitas (waqi’). Mereka mampu mengontekstualisasikan ajaran dalam kitab-kitab tersebut dengan situasi yang berkembang di masyarakat.
“Ulama-ulama dahulu itu punya kemampuan penguasaan pada kitab-kitab klasik sekaligus punya kemampuan membaca realitas dengan mencoba menggabungkan atau mengontekstualisasikan nash-nash yang ada di turats,” ujar Kiai Zulfa.
Sebagai contoh, Kiai Zulfa menyebutkan salah satu ulama besar, Syekh Nawawi Al-Bantani, yang tidak hanya ahli dalam fiqih tetapi juga dalam berbagai disiplin ilmu lainnya. Menurutnya, ulama-ulama di masa lalu di Indonesia memiliki pengetahuan yang sangat luas serta mampu mengaitkan ajaran kitab dengan kondisi masyarakat.
Selain itu, Kiai Zulfa juga mengenang kesabaran KH Sahal Mahfudh, Rais Aam PBNU, yang gigih mengkader generasi muda untuk berperan dalam bahtsul masail. Ia berharap, melalui sosialisasi yang dilakukan PBNU, akan lahir banyak kader muda ahli bahtsul masail dari Jawa Barat.
“Alhamdulillah saya lihat aktivis bahtsul masail-nya muda-muda. Itu berarti kita punya harapan ke depan, kader-kader bahtsul masail kita itu tumbuh dari Jawa Barat,” tambah Kiai Zulfa.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting lainnya, seperti Katib Syuriah PBNU Abdul Moqsith Ghazali, Wasekjen PBNU Muhammad Silahudin, Wasekjen PBNU Ai Rahmayanti, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Rosihon Anwar, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, serta perwakilan dari PCNU se-Jawa Barat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Ajam Mustajam, menyatakan bahwa acara ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara PWNU dan PBNU dalam memperkuat komitmen terhadap kerja-kerja NU.
“Kegiatan bersama PWNU dan PBNU ini membuktikan bahwa beliau berkomitmen membantu kerja-kerja Nahdlatul Ulama,” tutupnya.***
Sumber: NU Online
