2 Jamaah Haji Indonesia Meninggal saat Puncak Haji Akibat Heat Stroke

Jamaah haji saat lontar jumrah Jamaah haji saat lontar jumrah

JENDELAISLAM.ID – Sejumlah kantor berita internasional mengabarkan bahwa ratusan jamaah dari berbagai negara meninggal selama pelaksanaan ibadah puncak haji di Mina, yakni mabit (menginap) dan lontar jumrah di Jamarat, pada hari tasyrik 10-13 Dzulhijjah.

Hal ini disebabkan cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Menurut laporan AFP, sedikitnya ada 577 jamaah dari beberapa negara meninggal akibat heat stroke.

Sementara kondisi jamaah haji Indonesia, berdasar laporan Tim Misi Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, melaporkan 184 jamaah tanah air yang menjalani perawatan di tenda misi kesehatan haji di Mina.

Dari jumlah itu, 12 jamaah mengalami heatstroke. Dua di antaranya akhirnya meninggal.  Dua jamaah ini memiliki riwayat penyakit berat. Akibat heat stroke, penyakit mereka kambuh.

Kasi Kesehatan PPIH Arab Saudi Daker Madinah, Karmijono, mendengar kabar tersebut, namun ia tidak berani memastikan kebenarannya.

Ia mengakui bahwa selama beberapa hari terakhir kondisi cuaca di kawasan Mina, memang sangat ekstrim. Pada 10 – 13 Dzulhijjah, suhu di atas 450 C sehingga jamaah yang ada di tenda-tenda pemondokan di Mina merasa kepanasan.

Berdasar pantauan Karmijono, banyak jamaah haji dari berbagai negara yang melaksanakan lempar jumrah pada jam-jam rawan, yakni antara pukul 10.00 hingga 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Padahal, waktu-waktu itu adalah puncak panas. Sehingga, imbuh Karmijono, sangat logis apabila banyak jamaah mengalami gangguan kesehatan dampak dari cuaca ekstrem ini, terutama heat stroke.***

Sumber Teks: Jawa Pos & Foto: Kemenag