IMMB 2024 Gelar Pelatihan Calon Duta Moderasi Beragama

Duta Gen Z Moderasi Beragama Duta Gen Z Moderasi Beragama

JENDELAISLAM.ID – Rangkaian kegiatan Inisiator Muda Moderasi Beragama (IMMB) tahun 2024 memasuki tahap penting dengan digelarnya Pelatihan atau Training of Trainer (ToT).

Sebanyak 40 calon duta Moderasi Beragama dari kalangan Gen Z, yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, berpartisipasi dalam pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 30 September hingga 3 Oktober 2024 di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Muchammad Sidik Sisdiyanto, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, menyampaikan bahwa para peserta terpilih memiliki tugas penting untuk menyuarakan nilai-nilai moderasi beragama kepada sesama generasi muda, terutama melalui platform media sosial.

Menurut Sidik, media sosial menjadi alat efektif untuk menyampaikan pesan moderasi, mengingat kedekatan Gen Z dengan teknologi digital.

“Generasi muda sangat akrab dengan media sosial. Dengan pemanfaatan yang tepat, pesan moderasi beragama akan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, terutama anak muda. Ini tidak hanya memperluas jangkauan pesan, tetapi juga memperkuat jaringan untuk menyebarluaskan nilai-nilai moderasi guna menjaga NKRI dari ancaman ekstremisme, radikalisme, dan intoleransi,” jelas Sidik dalam sambutannya pada Senin (30/9/2024).

Membentuk Generasi Moderat

Sidik menambahkan, para peserta yang mengikuti pelatihan ini diharapkan mampu menjadi teladan dalam penerapan sikap moderat, baik dalam perilaku maupun pola pikir.

“Moderasi beragama adalah tentang cara pandang yang inklusif dan terbuka. Yang dimoderasi bukan agama itu sendiri, tetapi sikap, cara berpikir, dan pandangan dalam menjalankan agama,” tegas Sidik.

Pelatihan ini juga akan menghasilkan 8 peserta yang akan dipilih sebagai duta moderasi beragama internasional, dan mereka akan mewakili Indonesia di Forum Moderasi Beragama MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura).

Seleksi Ketat dan Rencana Aksi

Kasubdit Kesiswaan Madrasah, Solla Taufiq, menjelaskan bahwa para peserta terpilih melalui proses seleksi yang ketat, mulai dari seleksi administrasi hingga penentuan 100 besar, yang akhirnya menyaring 40 peserta terbaik.

Para calon duta ini akan diberi waktu satu bulan untuk mengimplementasikan Rencana Aksi Penguasaan Media Sosial (RAPMS), yang hasilnya akan dipresentasikan pada 10 November 2024 di Surabaya, bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama untuk membangun generasi muda yang mampu menyebarkan nilai-nilai moderasi dan toleransi, sehingga menciptakan perdamaian di tengah masyarakat yang beragam.***

Sumber Teks & Foto: Kemenag