JENDELAISLAM.ID – Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Said Asrori, resmi membuka acara Sistem Istinbath Hukum Islam dan Bahtsul Masail yang berlangsung di Asrama Haji Ambon pada Rabu (3/10/2024).
Acara ini juga dihadiri oleh beberapa guru besar dan civitas akademika dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.
Dalam pidato pembukaannya, Kiai Said Asrori menjelaskan alasan PBNU mengadakan halaqah dengan tema tersebut. Menurutnya, pasca-Muktamar Bandar Lampung 2021, PBNU berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola organisasi agar lebih baik dan koheren.
Selain itu, PBNU ingin menghadirkan solusi terhadap berbagai masalah kemasyarakatan yang semakin kompleks di era kontemporer ini.
“Halaqah istinbath hukum Islam ini adalah salah satu upaya PBNU dalam menjawab persoalan masyarakat melalui metode pengambilan keputusan. Karena itu, PBNU mengatur istinbath melalui Peraturan Perkumpulan (Perkum),” jelas Kiai Said Asrori.
Ia menambahkan bahwa penerbitan istinbathul hukmi oleh PBNU diharapkan bisa menjadi pegangan bagi santri dan ulama di pesantren dalam mengambil keputusan-keputusan fiqhiyah. Proses pengambilan keputusan dalam fiqh merupakan salah satu bentuk tafaquh fiddin, yaitu pendalaman pemahaman agama melalui musyawarah dan diskusi ilmiah.
“Santri-santri di pesantren harus terus menggali metode ini untuk memastikan setiap masalah baru yang muncul memiliki dasar hukum yang jelas. Salah satu cara mewujudkan tafaquh fiddin adalah dengan berhalaqah untuk memecahkan masalah,” lanjutnya.
Dalam acara ini, Kiai Said juga menekankan pentingnya keberanian PBNU dalam mengambil qaul (pendapat) dari tiga mazhab lainnya selain Mazhab Syafi’i. Ia menjelaskan bahwa hukum Islam harus berkembang sesuai dengan perubahan masyarakat.
“PBNU sekarang berani mengambil qaul dari tiga mazhab lainnya, selain Mazhab Syafi’i. Ini karena hukum harus berkembang seiring dengan dinamika masyarakat. Saya berharap halaqah ini dapat memperluas wawasan kita dalam mengambil keputusan hukum,” ujar Kiai Said.
Seminar Istinbath Hukum Islam dan Bahtsul Masail PBNU ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang diselenggarakan di berbagai kota sejak Juli 2024, menghadirkan narasumber dari kalangan ulama dan akademisi.***
Sumber Teks: NU Online
