Kritik Ibnu Sina kepada Aristoteles tentang Aspek Fisik dan Psikis

JENDELAISLAM.ID –  Ibnu Sina merupakan seorang ilmuwan, filsuf Muslim ternama, serta ahli kedokteran modern.

Ketua PP Muhammadiyah, Saad Ibrahim, menilai bahwa Ibnu Sina mengkritisi pemikiran Aristoteles, dalam hal hubungan antara aspek fisik dan psikis.

“Ibnu Sina ini walaupun mengikuti Aristoteles, tapi dia juga memiliki pemikiran kritis terhadap filsafat Yunani,” terang Saad dalam acara “Kuliah Umum: Perpaduan Ilmu Pengobatan dan Kesehatan Islam” pada Jum’at (30/08/2024).

Menurut Aristoteles, dunia fisik adalah segalanya. Jika tubuh hancur, maka jiwa juga akan binasa. Pandangan ini mencerminkan kepercayaan bahwa jiwa tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan fisik.

Namun, Saad mengatakan, Ibnu Sina, melalui karya-karyanya yang monumental seperti “al-Qanun fi al-Thibb” dan “Kitab as-Syifa”, memiliki perspektif berbeda. Bagi Ibnu Sina, jiwa adalah entitas yang berdiri sendiri dan memiliki peran penting dalam kesehatan tubuh. Dalam jiwa yang sehat, kata Ibnu Sina, terdapat tubuh yang kuat, sebuah pandangan yang bertolak belakang dengan materialisme Aristoteles.

Lanjut Saad dalam kuliah umumnya, bagi Ibnu Sina, jiwa adalah yang utama atau “the first.” Ibnu Sina percaya bahwa jiwa memiliki peran sentral dalam mengatur dan mengarahkan tubuh. Pandangan ini mengukuhkan posisi Ibnu Sina sebagai pemikir besar yang mampu menyatukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai spiritual Islam. Pandangannya ini relevan dan menjadi landasan bagi pengembangan ilmu kedokteran dan psikologi di dunia Islam dan Barat hingga saat ini.***

Sumber: Mhammadiyah Online