JENDELAISLAM.ID – Dilaporkan, lebih dari 1.000 jamaah haji meninggal dunia pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Kantor berita Prancis, Agence France Presse (AFP), menginformasikan ada 1.081 jamaah haji meninggal dunia akibat suhu ekstrem yang mencapai 51,80 C di Masjidil Haram, Makkah.
Dari total jamaah yang meninggal tersebut, separuh di antaranya adalah jamaah haji tanpa visa resmi. Menurut sumber diplomat, dari angkat di atas, 658 adalah warga negara Mesir, dengan 630 di antaranya tidak memiliki visa.
Kemudian, ada 58 warga Pakistan dan 200 jamaah haji asal Indonesia meninggal dunia. Negara lain yang juga melaporkan korban jiwa adalah Malaysia, India, Yordania, Iran, Senegal, Tunisia, Sudan, dan Irak.
Sebenarnya, otoritas Saudi sudah mengeluarkan ratusan ribu jamaah haji yang tidak terdaftar dari Makkah. Namun, masih banyak yang secara sembunyi-sembunyi, ikut dalam rangkaian ibadah puncak haji. Jamaah tanpa izin resmi ini sangat rentan karena tidak bisa mengakses ruang ber-AC.
Menurut seorang diplomat, sebagaimana dikutip AFP, Jum’at (21/06/2024), mereka (jamaah tanpa visa resmi) lelah setelah petugas keamanan terus mengejar sebelum hari Arafah.
Selain itu, pihak Arab Saudi juga menyebut bahwa penyebab utama kematian jamaah haji adalah cuaca ekstrim yang kemudian memicu gangguan kesehatan lainnya.
Suhu panas pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini memang sangat ekstrim, bahkan berdasar laporan mencapai rekor tertinggi.***
Sumber Teks: NU Online & Foto: Pexels/Yasir Gurbuz
