JENDELAISLAM.ID – Rendahnya minat generasi muda Indonesia terhadap kenelayanan ini mendapat sorotan tajam Muhammadiyah. Karena itu, perlu melakukan langkah antisipasi terhadap hal ini, agar tradisi kenelayanan terus berjalan.
Ketua MPM PP (Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat) Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menyampaikan realita bahwa sebagai negara maritim yang akrab dengan dunia laut, namun perhatian masih kecil terhadap komunitas nelayan. Mayoritas para nelayan masih hidup di bawah garis kemiskinan, padahal ikan sebagai sumber daya dari laut Indonesia potensial.
Mengingat rendahnya jaminan kesejahteraan inilah, anak-anak muda agak enggan tertarik menjadikan nelayan sebagai mata pencaharian. Bila kondisi seperti ini terus berlanjut, bisa menjadi ancaman tersendiri bagi keberlangsungan kenelayanan.
“Kita dihadapkan pada satu realitas, data menunjukkan bonus demografi menunjukkan angka usia produktif di Indonesia. Kita kaget dengan angka pengangguran yang cukup tinggi,” terang Yamin pada Ahad (26/05/2024) dalam diskusi “Mengawal Tradisi Nelayan” yang diselenggarakan MPM PP Muhammadiyah.
Yamin mengungkap data, sekitar 70 – 10 juta anak-anak muda Indonesia pengangguran. Parahnya, pada sektor nelayan dan pertanian mengalami penurunan angka nelayan dan petani di Indonesia. Tentu ini harus menjadi perhatian bersama.
Kenapa hal demikian terjadi? Menurut Yamin, banyak faktor yang menyebabkan turunnya minat anak muda Indonesia menjadi nelayan. Penyebabnya, beber Yamin, antara lain: terbatasnya teknologi yang ada untuk mencari ikan, alam yang berubah drastis sehingga menyulitkan nelayan tradisional dalam memprediksi kondisi, dan sebagainya.
Selain, terjunnya MPM ke komunitas nelayan, kegiatan ini juga sebagai kepanjangan aksi dari Muhammadiyah dalam melaksanakan dakwah pencerahan dan berkemajuan di sektor nelayan dan masyarakat pesisir.
Sementara itu, Ketua Bidang Nelayan dan Masyarakat Pesisir MPM PP Muhammadiyah, Suadi memaparkan data tentang persepsi anak-anak muda di kawasan pesisir Selatan Jawa tentang nelayan.
Dari survei tersebut menyatakan bahwa mayoritas anak-anak muda di pesisir Selatan Jawa mempersepsikan kegiatan kenelayanan itu masih negatif, dan sedikit sekali yang positif. Kenyataan ini tentu agak mencengangkan. Oleh karena itu, perlu sinergi untuk memecahkan persoalan tersebut.***
Sumber Teks & Foto: Muhammadiyah Online
