JENDELAISLAM.ID – Kementerian Agama mulai mendorong kegiatan Moderasi Beragama Goes to Campus dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) sebagai salah satu titik lokasi.
Beberapa topik dibahas, termasuk “Penguatan Kearifan Budaya Lokal dalam Mendukung Ekonomi Masyarakat”. Diskusi tersebut melibatkan narasumber seperti Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama, Suyitno, Direktur Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unsri, Husni Thamrin, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumsel, K.H. Mal’an Abdullah, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya, El Fitri.
Suyitno, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama, menyatakan bahwa Indonesia tidak dapat menjadi bangsa yang besar tanpa memperhatikan beragam elemen seperti suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Dalam konteks Moderasi Beragama, penguatan sikap menghargai tradisi dan budaya lokal menjadi penting.
Menurut Suyitno, ekonomi lokal memainkan peran vital dalam menyebarkan budaya. Dia menyebutkan bahwa Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya Palembang, memiliki kehidupan yang heterogen namun damai, ditandai dengan keberagaman suku dan bahasa.
Suyitno juga membahas pempek sebagai contoh kearifan lokal dalam sektor makanan. Dia menyoroti bahwa pempek telah meraih pengakuan internasional, menjadi bagian dari ekonomi lokal yang dapat berdampak secara global.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya, El Fitri, menyambut baik kerjasama antara Kementerian Agama dan Unsri, dengan kampus tersebut menjadi tuan rumah pertama program Moderasi Beragama Goes to Campus di luar Pulau Jawa.
Diskusi tersebut juga menyoroti prasasti Talang Tuo sebagai bukti sejarah keharmonisan masyarakat Palembang dalam keberagaman.
Acara tersebut mencerminkan kolaborasi antara instansi pemerintah dan perguruan tinggi, diharapkan dapat berlanjut di masa mendatang.***
Sumber Teks & Foto: Kemenag
