Tips Sehat dan Bugar saat Berhaji

Jamaah haji. Jamaah haji. (Pexels/Konevi)

JENDELAISLAM.ID – Jika ada ibadah yang menguras energi dan stamina, di samping perlu dana besar, itulah ibadah haji. Ibadah wajib sekali seumur hidup bagi umat Islam ini merupakan rukun Islam kelima. Rukun yang akan menyempurnakan keislaman seorang Muslim, setelah ikrar syahadat, shalat fardhu lima waktu, zakat, dan puasa Ramadhan.

Ibadah haji bukanlah laku spiritual semata, tetapi juga laku fisik yang ekstra. Mengapa demikian?

Pertama, ibadah ini membutuhkan perjalanan panjang, seperti jamaah haji Indonesia menuju Makkah, tentu saja membutuhkan kebugaran fisik yang prima.

Kedua, sesampainya di Makkah,  mereka harus melakukan berbagai ritual yang secara fisik sangat melelahkan, seperti thawaf (berjalan mengelilingi Ka’bah), sa’i (berlari-lari kecil di antara bukit Shafa dan Marwa sebanyak tujuh kali putaran), dan melontar jumrah yang butuh waktu untuk berjalan dan berdesak-desakan. 

Ketiga, kondisi medan, iklim, dan cuaca ekstrim di Tanah Suci sangat berbeda dengan kondisi alam di tanah air. Di sisi lain, jamaah haji datang berbagai penjuru dunia.

Persiapan Fisik dan Mental

Karena ‘kesulitan-kesulitan’ yang berat ini, para jamaah haji benar-benar siap lahir dan batin. Bila abai, jangan salahkan apabila di tengah rangkaian menjalankan aktivitas ibadah haji menemukan kendala  yang tak diinginkan.

Selain untuk memastikan ibadah haji berjalan lancar, diharapkan penularan penyakit dapat diantisipasi jika jamaah dalam kondisi fisik yang prima. Seperti yang sudah sering diberitakan di masa lalu, membanjirnya umat Islam di Makkah sangat rentan menimbulkan risiko penyebaran penyakit menular.

Oleh sebab itu, selain persiapan rohani, fisik perlu dijaga agar tetap dalam kondisi prima, tidak hanya saat berada di Tanah Suci, tetapi juga sebelum sebelum keberangkatan dan setelah kepulangan.  

Tips untuk Mengurangi Risiko Sakit

Sebelum Keberangkatan:

1. Lakukan latihan fisik yang cukup, seperti jalan kaki, jogging, bersepeda. Latihan ini memungkinkan kaki terbiasa berjalan dan berlari saat menjalani ritual di Tanah Suci.

Rasulullah SAW sendiri membiasakan untuk berjalan kaki saat pergi ke masjid, pasar, medan jihad, atau bahkan sekedar berkunjung ke rumah sahabat. Beralan kaki memperlancar peredaran darah. Oleh karena itu, saraf kaki dan telapak kaki selalu aktif yang berdampak positif pada organ tubuh lainnya.

2. Makanlah makanan sehat dan bergizi serta istirahat yang cukup untuk menjaga stamina hingga hari keberangkatan. Aktivitas fisik memang baik, tapi harus diimbangi dengan makanan yang bergizi.  

3. Jika Anda sakit, mintalah saran medis dan konsultasikan dengan dokter untuk memastikan bahwa ibadah haji Anda tidak terkendala.

4. Dapatkan vaksin meningitis (untuk radang selaput otak) dan vaksinasi flu, selambat-lambatnya 2 minggu sebelum keberangkatan.

5. Tidak begadang atau melakukan aktivitas yang tidak perlu, terutama dua minggu sebelum keberangkatan.

6. Bekalilah vitamin dan obat-obatan yang diperlukan, seperti: obat, diare, maag, pusin, demam,  flu, dan sebagainya.

7. Ingatlah untuk membawa pakaian hangat, masker yang memadai, mengingat kondisi di sana bisa berubah cepat, juga berdebu.

Saat di Tanah Suci:

1. Minum air air putih yang cukup selama berada di Tanah Suci untuk menghindari dehidrasi dan tenggorokan kering. 

2. Jaga kebersihan makan, minuman, dan tubuh.  

3. Makanlah makanan yang bergizi, sayur, dan buah. Apabila dapat jatah makanan yang masih hangat dan segar, segera konsumsi. Tidak perlu menyimpan karena dikhawatirkan akan basi dan jika dikonsumsi dapat menyebabkan sakit perut. 

4. Gunakan krim pelembab untuk menjaga kesegaran kulit.  Kenakan juga masker saat cuaca dingin maupun panas.

5. Istirahat yang cukup. Jangan memforsir tubuh untuk beribadah terus tanpa memperhatikan kondisi tubuh.

6. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda merasa tidak enak badan.***

Sumber Foto: Pexels/Konevi