JENDELAISLAM.ID – Gus Baha, seorang ulama ternama Indonesia, identik dengan gaya berpakaiannya yang sederhana: kemeja putih, sarung, dan peci hitam. Beliau memilih gaya ini bukan tanpa alasan.
Dalam salah satu ceramahnya, Gus Baha menjelaskan bahwa beliau tidak memakai jubah karena merasa jubah identik dengan pakaian orang Arab, sedangkan beliau adalah orang Indonesia. Beliau juga tidak memakai batik karena menurutnya batik tidak termasuk dalam sunah Rasul.
Sebagai gantinya, Gus Baha memilih kemeja putih karena sesuai dengan sunah Rasul. Beliau meyakini bahwa Rasulullah SAW senang dengan pakaian berwarna putih.
Meskipun begitu, Gus Baha tidak memaksakan orang lain untuk mengikuti gayanya. Beliau berpendapat bahwa yang terpenting adalah mengikuti sunah Rasul, dan cara mewujudkannya bisa berbeda-beda.
Jadi, pilihan Gus Baha untuk memakai kemeja putih adalah bentuk penghormatannya terhadap sunah Rasul dan identitasnya sebagai orang Indonesia.
“Seingat saya belum pernah saya ngaji tidak pakai baju putih,” tuturnya sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Short @Muslim.Permanen, Kamis (2/05/2024).
“Gus kamu orang alim tidak pernah pakai jubah?” katanya menirukan pertanyaan seseorang.
“Kalau jubahan seperti orang Arab,” jawabnya singkat.
“Kalau batik kesannya kok tidak sunah Rasul,” jelasnya.
“Sunah Rasul itu senang pakaian warna putih. Sudah saya pikir, tengah-tengah menurut saya ya pakai hem putih, kalau jubah terlalu Arab,” terangnya.
“Kalau batik, Rasulullah berkata kalau kesunahan beribadah itu pakai baju warna putih, menurut saya luh ya, tidak harus ikut saya,” imbuhnya.***
Sumber Teks: YouTube @Muslim.Permanen & Foto: Youtube @NgajiGusBaha
