JENDELAISLAM.ID – Acara Halalbihalal yang dihadiri oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dan beberapa tokoh penting di Indonesia, termasuk Rois Am PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf, serta Presiden terpilih Prabowo Subiyanto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, menunjukkan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjalankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pernyataan dari Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, menekankan bahwa NU siap membantu pemerintah dalam menyukseskan agenda-agenda yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini mencerminkan komitmen NU untuk berkontribusi dalam pembangunan negara, terutama dalam hal pelayanan kepada rakyat.
“Jadi kalau pada saat ini hadir Pak Prabowo dan Mas Gibran, beliau hadir sebagai anggota keluarga kita, keluarga Nahdlatul Ulama. Karena itu, mengiringi rasa syukur kita, saya atas nama semua teman-teman PBNU ingin mengucapkan selamat kepada Pak Prabowo dan Mas Gibran, semoga Allah senantiasa menaungi mereka dengan bimbingan, kekuatan, demi memajukan bangsa Indoneisa,” ucap Gus Yahya sapaan Akrab KH Yahya Cholil Staquf.
“Ini landasan pemikiran sejak awal bersama Pak Jokowi, karena NU ingin membantu pemerintah, agar memastikan program untuk rakyat sampai kepada rakyat,” ucapnya.
“Yang bikin sekolah itu pemerintah, NU tidak wajib. Soal Kesehatan juga yang wajib itu pemerintah, NU tidak wajib, Tapi karena warganya sedemikian banyak, maka wajib membantu pemerintah,” lanjut Gus Yahya.
Selain itu, Prabowo Subianto mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dan pengakuan dari PBNU.
Dia juga menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti NU, untuk menjaga keselamatan dan kekayaan bangsa.
“Kami tidak mungkin bisa menyelesaikan nya berdua. Kami butuh tokoh dan kumpulan besar, di antaranya NU, kekuatan ormas yang moderat, kekuatan Islam yang inklusif, yang rahmatan lil alamin, kekuatan Islam yang tidak punya rasa rendah diri,” ucap Prabowo.
Pernyataan Prabowo juga menyoroti kepemimpinan NU yang dianggapnya memiliki pemikiran yang konsepsional dan jauh ke depan, serta mengakui warisan pemikiran Gus Dur sebagai sesuatu yang patut diikuti. Hal ini menunjukkan penghargaan atas kontribusi pemikiran dari tokoh-tokoh keagamaan dalam mengarahkan kebijakan negara.
“Saya kagum dengan kepemimpinan NU sekarang yang konsepsional, berpikir jauh ke depan. Pantas jadi muridnya Gus Dur. Karena Gusdur adalah salah satu pemimpin yang memiliki pemikiran yang jauh ke depan,” tegas Prabowo.
Secara keseluruhan, acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan organisasi keagamaan, serta untuk menyatukan langkah dalam menjalankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.***
Sumber Teks & Foto: Kemenag
