Ingin Doa Dikabulkan, Pahami Tata Kramanya

JENDELAISLAM.ID – Orang Muslim pastilah berdoa.  Itu bila sadar bahwa kita butuh Tuhan. Setidaknya, 5 kali dalam sehari, kita memohon pada-Nya. Karena itu, yang tidak mau berdoa, sesungguhnya adalah orang yang sombong. Lantaran merasa tidak butuh kepada Tuhan.

Doa adalah media komunikasi antara hamba dengan Tuhan. Dan bagi siapa saja yang mau berdoa, Allah SWT berjanji akan mengabulkan doanya.

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke neraka Jahanam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60).

Namun demikian, hanya Allah-lah yang memiliki hak prerogatif untuk mengabulkan doa seorang hamba. Kita tidak bisa memaksa Tuhan untuk mengabulkan doa kita.

Kita sebagai hamba yang harus bercermin sudah memantaskan diri apa belum saat meminta? Sudah menyesuaikan diri apa belum bagaimana memohon yang seharusnya? Jika belum memantaskan diri, bagaimana caranya Allah menjawab doa-doa kita?

Bagaimana caranya agar doa kita diterima oleh Allah SWT? Tentu, kita harus mencontoh tata cara berdoa yang diajarkan oleh Nabi kita.  Karena beribadah harus sesuai dengan tata cara yang Nabi ajarkan, peluang untuk dikabulkan dan diterimanya lebih besar.

Hadits berikut ini mengajarkan kepada kita bagaimana tata cara berdoa yang sesuai dengan yang Nabi ajarkan kepada para sahabat-sahabatnya. Pendeknya, berdoa hendaklah diawali dengan pujian kepada Allah dan shalawat ke atas Nabi SAW, setelah itu barulah kita berdoa sesuai dengan hajat atau kebutuhan kita.

Dari Fadhalah bin ‘Ubaid, ia berkata, “Rasulullah pernah mendengar seorang laki-laki berdoa di dalam shalatnya, dia tidak mengagungkan Allah SWT dan tidak bershalawat kepada Rasulullah SAW.” Lantas Rasulullah SAW mengatakan, “Orang ini tergesa-gesa!” Kemudian, beliau memanggilnya dan mengatakan kepadanya atau lainnya, “Apabila seseorang di antara kamu mengerjakan shalat, hendaklah memulai dengan mengagungkan Rabbnya dan memuji-Nya lalu bershalawat kepada Nabi SAW, baru kemudian berdoa sesuai yang diminta” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Dari hadits di atas, dapat dikatakan bahwa tata krama dalam berdoa sebagai berikut:

  1. Disunnahkan membuka doa dengan memuji Allah SWT, serta bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW.
  2. Dimakruhkan terburu-buru dalam berdoa.
  3. Bershalawat kepada Nabi SAW merupakan salah satu faktor dikabulkannya doa.
  4. Dibolehkan bagi seorang Muslim berdoa untuk kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah sesuai dengan kehendaknya, selama bukan berdoa dengan dosa atau memutuskan tali persaudaraan.

Sumber Foto: Unsplash/Visual Karsa