Rangsang Kecerdasan Anak dengan Kisah-kisah dalam al-Qur’an

JENDELAISLAM.ID – Jika anak Anda ingin mendapatkan pengetahuan yang baik namun disampaikan dengan ringan, mulailah dengan cerita-cerita menarik. Perkenalkanlah dengan cerita yang mudah diterima dan dicerna sang anak.

Nah, barangkali kisah hewan adalah jawabannya. Mengapa kisah hewan? Karena hewan adalah makhluk hidup yang menarik bagi indra anak-anak.

Anda tak perlu bingung mencari materi cerita yang njlimet. Ceritakanlah tingkah laku hewan-hewan seperti yang disinggung dalam al-Qur’an. Di samping kisah semacam ini lebih mudah diserap oleh anak ketimbang kisah-kisah lainnya, juga jelas keakuratan dan kebenarannya karena al-Qur’an sendiri yang bertutur.       

Kisah burung gagak, misalnya, yang diutus oleh Allah kepada Qabil, anak Nabi Adam, untuk memeragakan bagaimana cara menguburkan jenazah Habil. Saat burung gagak belum datang, Qabil bingung bukan main bagaimana mengurus jenazah saudaranya. Namun, burung gagak memberikan pelajaran penting sehingga Qabil pun akhirnya mengikuti tingkah laku binatang tersebut.

Anda bisa juga menceritakan tentang ikan paus yang menelan Nabi Yunus selama beberapa hari lalu dilemparkan tubuh Sang Nabi ke daratan. Kemudian ada anjing yang tidur menemani ashabul kahfi selama 309 tahun. Ada semut Nabi Sulaiman yang menyeru semut-semut lainnya untuk masuk ke sarangnya agar tidak terinjak-injak oleh Nabi Sulaiman dan bala tentaranya sementara mereka tidak menyadarinya.  

Kisah-kisah semacam ini tentu saja merangsang bagi kecerdasan sang anak. Sang anak bukan saja kagum tentang kehebatan burung gagak dimana manusia belum tahu bagaimana cara menguburkan jenazah, tapi gagak menunjukkan jalannya. Tapi sang anak mungkin juga penasaran kenapa Qabil dan Habil berselisih paham hingga mengakibatkan permusuhan dahsyat? Atau kenapa hanya persembahan Habil yang diterima Allah. Adakah yang salah dengan Qabil?

Begitu pula kenapa Nabi Yunus tidak meninggal dalam perut paus malah justru Pauslah yang menyelamatkan Yunus. Lantas adakah yang istimewa dari ashabul kahfi, sehingga anjing tersebut dengan setia mengikuti kemana pun para ashabul kahfi berjalan?

Dan masih banyak kisah hewan lain yang tentu sangat menyenangkan dan membangkitkan rasa ingin tahu sang anak. Dengan cara seperti ini, secara tidak langsung Anda juga mengajarkan kepada anak tentang sejarah, kejujuran, dan keteladanan.  Kisah sejarah yang benar terjadi dan bukan sekedar kisah rakyat yang belum tentu benarnya.

Buku “Kisah-kisah Hewan dalam al-Qur’an” karya Ahmad Bahjat bisa menjadi panduan orang tua atau pendidik bagi anak/anak didiknya, kisah-kisahnya berpegang pada kisah-kisah yang terdapat dalam al-Qur’an. Hewan yang hidup di masa para Nabi merupakan simbol atas kekuasaan Allah dan rahmat-Nya.***