JENDELAISLAM.ID – Umat Islam itu harus kaya dan dermawan. Sebab, ada perintah di dalam al-Qur’an kepada kaum Muslim untuk semangat bekerja, sehingga tak mewariskan kemiskinan.
KH. Said Aqil Siroj (Kyai Said) menyampaikan hal ini saat mengisi tausiyah pada peringatan haul pertama sesepuh Pondok Pesantren Hidayatul Faizien, KH. Aceng Mimar Hidayatullah bin KH. Aceng Wajihadin bin Syaikhul Masyayikh asy-Syekh KH. Aceng Muhammad Umar Bashri (Pesantren Fauzan). Peringatan haul tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Hidayatul Faizin Kampung Urug Desa Cikedokan Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut, pada Sabtu (11/01/2025) lalu.
Kyai Said yang juga menjabat sebagai salah satu Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengingatkan tentang sejarah kedermawanan para sahabat dan wali qutub yang kaya raya.
Contoh sahabat yang patut dicontoh kedermawanannya adalah Sayyidina Utsman bin Affan yang bersedekah gandum dengan diangkut oleh 700 ekor unta. Demikian halnya Syekh Abdul Qadir al-Jaelani yang saat berziarah ke makam Imam Syafi’i di Mesir, menemukan realitas masyarakat sekitar makam banyak yang tidak mampu, akhirnya beliau membeli tanah seluas 1000 hektar yang semuanya diwakafkan kepada masyarakat di sekitar makam.
Selain umat Islam harus kaya dan dermawan, pada kesempatan tersebut, Kyai Said juga mengajak ulama, khususnya para santri, untuk menjadi manusia pintar. Sebab, menurutnya, kebodohan merupakan sebuah dosa. “Pintar itu wajib, bodoh itu dosa,” tegasnya.
Turut hadir dalam peringatan haul tersebut adalah Abdusy Syakur Amin (Bupati Garut Terpilih), KH. Fatahilah (Katib Syuriah PWNU Jawa Barat), KH. R. Amin Muhyiddin Maolani dan KH. Atjeng Abdul Wahid (Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Garut), para pimpinan pondok pesantren, santri, alumni, serta ribuan masyarakat lainnya.***
Sumber: NU Online & Foto: Muhammad Salim
