Menag: Masjid harus Mampu Memfasilitasi Orang yang Benar-benar Ingin Sujud

JENDELAISLAM.ID – Masjid bukan hanya sebagai tempat shalat. Tapi lebih dari itu, masjid harus mampu memfasilitasi orang yang benar-benar ingin sujud. “Sebetulnya yang lebih subtansial adalah orang sujud. Karena masjid muncul untuk memberikan fasilitas kepada tempat sujud,” ucap Menteri Agama, pada Rabu (04/12/2024).

Menag menyampaikan hal tersebut saat peringatan Maulid Nabi SAW sekaligus peresmian Masjid Raudhatul Jannah di Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta. Peresmian masjid ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menag, dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 100 anak yatim piatu.

“Sebenarnya, jika mengacu pada hadits, masjid itu seluruh bumi. Artinya, bisa dimana saja adalah tempat sujud. Namun masjid ada karena yang paling penting adalah untuk memfasilitasi orang yang benar ingin sujud,” jelasnya.

Lebih lanjut Menag mengingatkan, jangan sampai membangun masjid begitu megah, tapi sekitar masjidnya kumuh dan masih marak praktik kesyirikan dan kemaksiatan. “Jangan sampai hipokrit, masjid megah, jamaah banyak, tapi sekitarnya masih ada penyembahan. Karena celaka orang yang shalat, tapi tidak memiliki arti. Hanya sekedar shalat saja,” ujarnya.

Pada hakikatnya, kehadiran masjid bertujuan untuk memperbaiki kualitas orang yang bersujud agar lebih baik, dan semakin dekat dengan ajaran agama.

Karena itu, menurutnya, semakin berjarak antara umat dan agamanya, itu adalah kegagalan Kemenag dalam membina umat. Sebaliknya, semakin melekat umat dengan ajaran agamanya, itu menjadi tolok ukur keberhasilan Kemenag.

Menag menjelaskan bahwa semakin jauhnya umat dengan agamanya, dampaknya akan sangat berbahaya.  Contohnya menjamurnya judi online, seks bebas, dan kebobrokan moral lainnya.

Oleh karena itu, ia berharap, berdirinya masjid ini mampu meningkatkan solidaritas keumatan lebih baik lagi.***

Sumber: Kemenag