Masjid bisa Menjadi Ruang Pergaulan Positif Remaja dan Pemberdayaan Masyarakat

JENDELAISLAM.ID – Semestinya masjid itu menjadi ruang pergaulan positif bagi remaja sekaligus pusat permbedayaan masyarakat. Demikianlah statemen yang dikatakan Faried F. Saenong, Staf Khusus Menteri Agama. Faried menyampaikan hal ini dalam “Apresiaksi” Remaja Masjid Indonesia (ARMI) di Jakarta, pada Kamis (07/11/2024).

Masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai ruang yang mampu menginspirasi dan mendorong anak muda untuk berkontribusi bagi lingkungannya. “Masjid punya potensi besar, bukan hanya untuk ibadah, tapi juga sebagai pusat pemberdayaan manusia dan wadah bagi remaja untuk berinteraksi serta berkembang,” ujar Faried.

Faried mendorong remaja masjid untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan tanpa harus menunggu momen tertentu. “Tidak perlu menunggu hingga 2045. Kapan pun remaja masjid bisa mulai memberi manfaat, lakukanlah. Jika ada kesempatan, mulailah sekarang,” ucapnya.

Memang, Faried mengakui bahwa remaja masjid masih menghadapi tantangan dalam merancang program sesuai kebutuhan mereka karena keterbatasan otoritas. “Remaja masjid belum sepenuhnya memiliki otoritas dalam menyusun program. Mereka perlu mengoordinasikan dengan para senior, tapi ini juga melatih mereka mengembangkan kepemimpinan dan kebiasaan positif secara bertahap,” jelasnya.

Kenapa remaja perlu aktif dalam aktivitas kemasjidan? Sebab, menurut Faried, sejak zaman Nabi, masjid berperan sebagai pusat pemberdayaan sosial dan kemanusiaan, bukan hanya untuk ibadah ritual.  

Untuk itu, Faried berharap, masjid bisa menjadi ruang yang lebih ramah bagi remaja untuk membangun persaudaraan dan menciptakan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya orang tua yang datang ke masjid, tetapi remaja juga tertarik ke masjid agar mereka dapat tumbuh dalam lingkungan positif sehingga makin mempererat persaudaraan, baik di kalangan umat Muslim maupun masyarakat umum.***

Sumber: Kemenag