Arab Saudi Perketat Pemeriksaan, Petugas Ingatkan selalu Bawa Identitas Pengenal dan Smart Card  

JENDELAISLAM.ID – Sejak ada beberapa kasus jamaah yang hendak menunaikan ibadah haji tanpa visa haji dan tertangkapnya selebgram asal Indonesia yang disinyalir menjajakan visa haji ilegal tanpa izin resmi (tasreh), otoritas Arab Saudi makin memperketat pemeriksaan. Apalagi muncul dugaan kuat, ada jamaah korban tawaran visa haji non-prosedural telah berada di Makkah.

Baca juga: Salah Satu Selebgram asal Indonesia Ditahan karena Kasus Visa Haji Ilegal

Baca juga: Kasus Visa Haji Ilegal, Kemenag akan Menjatuhkan Sanksi kepada Travel Bermasalah

Tak bosan-bosannya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2024 mengingatkan jamaah agar selalu membawa identitas jamaah haji selama di Tanah Suci. Identitas pengenal itu, antara lain:  kartu dan gelang identitas, visa haji, paspor, serta pengenal diri lainnya. Jamaah harus selalu membawa semua identitas pengenal itu saat keluar hotel atau ke Masjidil Haram.

Mengingat saat ini, otoritas Arab Saudi makin memperketat pemeriksaan terhadap jamaah, khususnya untuk mengidentifikasi jamaah yang menggunakan visa non-haji. Aparat Saudi intens melakukan pemeriksaan, dan penjagaan ketat pada sejumlah titik masuk Kota Makkah dan wilayah Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna).

Kepala Bidang Perlindungan Jamaah (Kabid Linjam) PPIH 2024, Kolonel Harun Arrasyid, menyampaikan, otoritas Arab Saudi juga menerbitkan smart card. Jamaah yang tidak memiliki smart card, tidak boleh masuk ke Armuzna. Pemerintah Arab Saudi menyiapkan sanksi berat bagi para pihak yang melanggar .

Jamaah haji, pintanya, harus menyimpan paspor, identitas pengenal lainnya, termasuk smart card,  di tempat yang aman, kemudian selalu membawanya saat beraktivitas di luar hotel.

“Segera lapor ke petugas sektor bila smart card hilang untuk segera dilakukan penggantian,” ucap Kolonel Harun, Jumat (7/6/2024).

Baca juga: Jamaah Haji Wajib Gunakan Smart Card menuju Arafah, Begini Prosesnya

Sementara itu,jelang puncak haji, PPIH 2024 tengah melakukan persiapan pelaksanaan safari wukuf jamaah di Arafah. Persiapan melibatkan para petugas layanan lansia, disabilitas, serta tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (PKP3JH) dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Program safari wukuf ini terus disosialisasikan ke hotel-hotel jamaah menginap.  

Kepala Daker Makkah PPIH 2024, Khalilurrahman, mengatakan, PPIH mengalokasikan 300 kuota bagi jamaah lansia yang tidak mampu melaksanakan wukuf di Arafah. Kuota tersebut mempertimbangkan jumlah petugas yang akan membersamai jamaah yang disafariwukufkan.

“Setiap satu petugas akan mengurus lima jamaah lansia non-mandiri, termasuk memandikan, menyuapi, dan kebutuhan individu lansia lainnya. Mekanisme pendorongan jamaah safari wukuf dilakukan pada 9 Dzulhijjah pagi, jamaah lansia di hotel transit dibawa dengan 10 bus menuju Arafah,” katanya.  

Khalil mengajak jamaah yang masih muda dan sehat ikut membantu jamaah lansia yang membutuhkan bantuan selama di Tanah Suci.

Selain itu, PPIH juga akan terus mengingatkan jamaah agar menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup, makan tepat waktu, mengonsumsi vitamin dan melakukan konsultasi ke dokter kloter atau klinik sektor bila mengalami keluhan kesehatan.***

Sumber Teks: NU Online & Foto: Pexels/Mohammed Alsulami