JENDELAISLAM.ID – Rumah yang kita bangun dengan megah dan susah payah, harta yang kita tumpuk-tumpuk selama puluhan tahun, jabatan dan kekuasaan yang kita bangga-banggakan, status sosial dan prestise yang kita agung-agungkan, itu semua sama sekali tak ada artinya di sisi Allah. Semua bisa habis dalam sekejap jika Allah berkehendak. Tak satu pun orang yang dapat menghalangi.
Cukup Allah mendatangkan gempa, semua akan hancur lebur. Cukup Allah mengirimkan tsunami, semua bisa tersapu dan terbenam ke dalam perut bumi. Cukup Allah memerintahkan badai tornado, maka apa yang terhampar di muka bumi akan mudah sekali terhempas dan porak-poranda.
Ingat, Qarun yang gembok hartanya harus digotong beberapa orang untuk membuka gudang hartanya, harus tertelan bumi karena kesombongannya. Begitu pula Fir’aun yang demikian angkuhnya memproklamasikan dirinya sebagai Tuhan, harus tenggelam di tengah Laut Merah.
Bukan di zaman Firaun dan Qarun saja, kesombongan yang berbuah malapetaka. Di setiap zaman, kesombongan juga hadir di hati orang-orang ternama. Tak sedikit yang binasa dengan cara mengenaskan. Misalnya, John Lennon (The Beatles) yang tewas ditembak oleh penggemarnya sendiri karena dirasa terlalu meremehkan keberadaan Tuhan.
Kemudian Thomas Andrews (perancang Kapal Titanic), yang dengan sombongnya mengatakan bahwa kapal yang dibuatnya sangat aman bahkan Tuhan sekali pun tak mampu menenggelamkannya. Yang terjadi setelahnya, kapal rancangannya menabrak gunung es di Samudera Atlantik yang memakan banyak korban jiwa, termasuk Thomas Andrews sendiri.
Satu contoh lagi, Marilyn Monroe (aktris Hollywood), yang berkata bahwa ia tidak butuh Tuhan. Seminggu setelah berucap, ia mati dengan tragis. Marilyn Monroe ditemukan tewas di apartemennya akibat overdosis menenggak obat tidur.
Semua contoh di atas layak dijadikan pelajaran. Mereka berlimpah harta, namun akhirnya mati menyedihkan digulung oleh kesombongannya sendiri. Bagaimana dengan kita yang hanya diberi sedikit kekuasaan dan sedikit harta yang tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka, sudah demikian pongahnya memamerkan kesombongan?
“Jangan berjalan di muka bumi dengan sombong!” Ini kata Tuhan agar kita senantiasa membumi. Agar kita tetap rendah hati dan ingat bahwa kekuasaan dan kekayaan yang kita punya ini, tak bernilai jika tujuannya untuk menyombongkan diri. Kita ini lemah, tak berdaya, tanpa pertolongan dari-Nya.
Semua tak ada nilainya jika kekayaan itu tak kita jadikan sebagai media yang bisa mendekatkan pada-Nya. Pun, kekayaan yang kita punya, tetapi cara mendapatkannya dan mentasarrufkannya tidak diridhai oleh-Nya, hanya akan menjerumuskan kita ke lembah kehinaan nanti di akhirat. Fa’tabiru ya ulil albab!***
Sumber Foto: Pixabay/Sammy Sander
