JENDELAISLAM.ID – Gus Mus (KH. Ahmad Mustofa Bisri) menyampaikan bahwa tradisi halal bihalal merupakan budaya asli Nusantara. Beliau menegaskan bahwa tradisi ini tidak ada di Arab, dan merupakan hasil pemikiran kreatif para ulama Nusantara.
“Halal bihalal itu (budaya asli) Indonesia, Nusantara. Di Arab itu tidak ada,” jelas Gus Mus sebagaimana yang dimuat dalam tulisan di NU Online berjudul Gus Mus: Banyak yang Mengira Halal Bihalal Produk Arab yang diakses pada Kamis (11/4/2024).
Menurut Gus Mus, kegiatan halal bihalal ini merupakan bentuk dari kecerdasan sesepuh yang ada di Nusantara.
“Dulu Indonesia, Malaysia, dan Brunei itu satu rumpun dan kegiatan ini (halal bihalal) hanya ada di Nusantara. Inilah bentuk kecerdasannya sesepuh yang ada di Nusantara,” ungkapnya.
Ia juga bercerita bahwa kegiatan halal bihalal ini memang asli Nusantara. Sebab menurutnya, saat berada di Mesir sana, ia tidak menemukan kegiatan sejenis ini.
“Di Mesir itu saat Idul Fitri, setelah selesai melaksanakan Shalat Id, satu keluarga membawa tikar dan bekal, kemudian terus piknik ke kebun binatang, melihat monyet. Habis itu pulang lagi ke rumah,” ucapnya.
“Di Indonesia, masyarakat saling berkunjung, saling meminta maaf. Ini Nusantara asli,” imbuhnya.
Halal bihalal merupakan tradisi yang dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri, di mana masyarakat saling mengunjungi dan bersilaturahmi untuk saling memaafkan. Tradisi ini merupakan wujud nyata dari nilai-nilai keislaman seperti persaudaraan, kasih sayang, dan saling memaafkan.
Gus Mus menjelaskan bahwa tradisi halal bihalal merupakan bentuk kecerdasan para ulama Nusantara dalam mengadaptasi ajaran Islam dengan budaya lokal. Tradisi ini menjadi sarana yang efektif untuk mempererat tali persaudaraan dan persatuan di antara umat Islam.
Pendapat Gus Mus ini diperkuat oleh beberapa ahli sejarah dan budaya. Sejarawan Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo menyatakan bahwa tradisi halal bihalal merupakan hasil akulturasi antara budaya Islam dan budaya lokal Nusantara.
Budayawan Dr. Franz Magnis-Suseno juga sepakat bahwa tradisi halal bihalal merupakan budaya asli Nusantara. Beliau mengatakan bahwa tradisi ini merupakan bentuk kearifan lokal yang patut dilestarikan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tradisi halal bihalal merupakan budaya asli Nusantara yang memiliki nilai-nilai positif dan patut dilestarikan.***
Sumber Foto: Instagram/@s. kakung
