Mengungkap Rahasia Kehidupan dalam al-Qur’an

JENDELAISLAM.ID – Al-Qur’an memang luar biasa. Makin dipahami, digali, dan diteliti,  maka akan semakin tersingkap rahasia-rahasianya. Dan rahasia itu tak kunjung habis. Banyak sudah ilmuwan maupun agamawan, baik dari kalangan Muslin maupun Barat, menyelami al-Qur’an dari berbagai disiplin ilmu. Menariknya selalu ada hal-hal baru bisa ditemukan. Mutiara-mutiara  yang ada di dalamnya seperti tak pernah mengenal kata ‘habis’.

Padahal lebih 14 abad silam, ia diturunkan. Namun hingga kini al-Qur’an mampu menunjukkan kehebatannya. Zaman boleh berubah, dan segala problem yang muncul di atas bumi ini boleh datang silih berganti, akan tetapi al-Qur’an selalu mampu menjawabnya. Tak aneh jika keberadaannya disebut sebagai way of life.

“Al-Qur’an adalah peta kehidupan,” begitulah kata Astrid Darmawan dan Muhammad Hidayat penulis buku “al-Qur’an; The Ultimate Secret Origin of The Intellect.” Al-Qur’an ibarat mercusuar atau Global Positioning System (GPS) yang akan memandu kapal saat mengarungi lautan di kegelapan malam. Nahkoda yang menyepelekan mercusuar atau GPS, pastilah akan terempas dan kandas. Sebaliknya semakin sering ia memperhatikan arahan mercusuar atau GPS, maka kecelakaan semakin bisa dihindari.

Demikianlah keberadaan al-Qur’an. Jika banyak orang masih kebingungan, kemungkinan besar salah memperlakukannya. Ia belum tahu ilmunya bagaimana memahami dan menerapkannya.

Al-Qur’an selalu menyebutkan peran penting akal. Dengan kekuatan akal, manusia bernalar untuk mengetahui, memahami, memecahkan persoalan, bertindak dan sebagainya.

Akal inilah modal penting yang mampu mengarahkan orang untuk mengetahui rahasia kehidupan.  Karena itulah, ayat pertama yang turun kepada Muhammad melalui Jibril berbunyi “Iqra’ (bacalah!). Artinya, pergunakan akal untuk membedah pengetahuan tentang alam semesta seisinya. 

Buku “al-Qur’an; The Ultimate Secret Origin of The Intellect” yang lahir karena terinspirasi dari “The Secret” karya Rhonda Byrne ini merupakan upaya penulis untuk membangkitkan  dirinya sendiri –termasuk kita– agar mengembangkan cara berpikir positif dan segera menanggalkan pikiran negatif. Selagi pikiran negatif terus menguasai, bukan tidak mungkin menjadi malapetaka.

Sebaliknya berpikiran positif akan membuahkan sesuatu yang baik.  Hanya saja The Secret yang hendak disampaikan kepada kita bukan melalui Rhonda Byrne melainkan oleh al-Qur’an.***

Foto: HM