JENDELAISLAM.ID – Mengemban amanah sebagai petugas haji memang bukan hal yang mudah dan ringan. Apalagi melayani jamaah haji lansia. Butuh kesabaran yang luar biasa serta kelapangan hati.
Hal ini pula yang Taufiqurrohman (38) lakoni. Petugas haji dari Perlindungan Jemaah (Linjam), ini tak perlu mengeluh capek yang ia rasakan. Yang ada dalam benaknya, ini adalah tugas suci nan mulia, yang balasannya adalah ganjaran dari Allah SWT yang mungkin bisa pahalanya bisa mengalir kepada emaknya.
Taufiq menganggap bahwa melayani jamaah lansia itu tak ada bedanya melayani ibunya sendiri. Karena itu, ia lakukan itu dengan sepenuh hati.
Seperti hari itu, lelaki asal Pandaan Pasuruan Jawa Timur ini harus lihai menghibur jamaah lansia asal embarkasi Surabaya yang baru saja mengamuk usai mendarat di Bandara Jeddah. Pemicunya adalah demensia dan faktor kelelahan akibat penerbangan yang panjang dari tanah air menuju Jeddah.
Jamaah haji ini baru saja mendarat di King International Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah, pukul 08.20 Malam Waktu Arab Saudi (WAS).
Saat petugas yang menyambutnya di Bandara Jeddah mengarahkannya menuju bus, tiba-tiba jamaah lansia ini berseru minta dipulangkan ke rumahnya.
Beberapa petugas agak kewalahan saat mengevakuasi. Bahkan sebagian harus menerima omelan sang nenek, pukulan hingga digigit. Namun, petugas tetap sabar, memastikan si nenek dapat terangkut ke bus menuju Makkah. Setelah disuntik obat penenang, sang nenek perlahan mulai tenang.
Dengan lemah-lembut dan berbahasa Jawa yang santun, Taufiq terus menghibur sang nenek hingga amukan sang nenek mereda.
Taufiq mendorong kursi roda sang nenek dengan sabar. Bagai merawat orang tuanya sendiri, sesekali ia menyeka dan mengelus pundak jamaah di depannya dengan sangat hati-hati.
Ia khawatir, gerakannya dapat membangunkan sang nenek. Pasalnya, bila laju kursi roda terhenti, sang nenek akan berteriak dan mencoba pergi.
Di hari ke-27 penugasannya di Bandara, Taufiq tetap semangat. Baginya menyambut para tamu Allah SWT adalah cita-citanya sejak setahun terakhir.
Sehari-hari bertugas di Markas Besar (Mabes) TNI, Taufiq tahu benar bagaimana cara melindungi jamaah. Terkadang, ia juga menggendong jamaah yang udzur dan mengantarnya menuju Tanah Haram.
Taufiq mengaku, terkadang rasa lelah menyergap. Namun apabila membayangkan almarhum ibunya, ia serasa energi semangat tersendiri. Dahulu, emaknya punya mimpi ingin berhaji, namun terkendala biaya dan umur.
“Semoga yang saya lakukan ini, bisa mengalirkan pahala kepada Emakku tercinta,” doa Taufiq menutup ceritanya.***
Sumber Teks & Foto: Kemenag
